Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:19 WIB
"Razia Dubur", Komnas Anak Ancam Demo Dinas Sosial
Icha | mbonk | Kamis, 21 Januari 2010 | 13:40 WIB
|
Share:

FADHLI ERLANDA ARLAN
Fahrul 7 menjaja koran di jalanan di Pondok Indah, Jakarta 7/1/2010. di saat anak lainnya belajar di sekolah, dia mesti berjualan koran untuk kios koran terdekat untuk mendapatkan uang jajan.

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com — Komnas Perlindungan Anak (PA) mengancam akan mendatangi dinas sosial bersama ribuan anak jalanan jika razia dubur anak jalanan tetap dilaksanakan. Hal itu disampaikan Sekjen Komnas PA Arist Merdeka Sirait saat mendatangi Polda Metro Jaya di Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Kamis (21/1/2010).

Menurut Arist, razia dubur anak jalanan itu merupakan inisiatif dinas sosial yang telah menyiapkan 500 personel keamanan untuk menggaruk anak-anak jalanan. "Bukan hanya ke dinas sosial, tapi (kami) juga (akan datang) ke Dinas DKI," kata Arist.

Komnas PA sejak awal menentang proses identifikasi terhadap anak jalanan disertai pemeriksaan terhadap bagian tubuh tertentu. Arist berpendapat, pemeriksaan dubur melanggar nilai kemanusiaan, melecehkan martabat anak, dan melanggar konstitusi.

"Melanggar konstitusi di mana negara sebenarnya dalam hal ini Polda yang membantu dinas sosial seharusnya melindungi anak dari kekerasan. Praktik razia dubur itu salah satu pelanggaran hak anak," tegasnya.