Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:25 WIB
Komisi VIII: Razia Dubur Tidak Etis!
Caroline Damanik | made | Kamis, 21 Januari 2010 | 17:03 WIB
|
Share:

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Komisi VIII DPR Abdul Kadir Karding menilai rencana razia dubur terhadap anak jalanan dan penyakit HIV/AIDS tidak etis. Karding meminta polisi menghentikan rencana itu segera. "Dari sisi bahasa bisa jadi itu merupakan suatu pelanggaran karena terlalu vulgar dan juga pelanggaran terhadap anak itu sendiri walaupun maksudnya untuk melindungi, tapi tetap enggak menarik. Tidak etis!" ujarnya di Gedung DPR RI, Kamis (21/1/2010).

Akar masalah paling dalam sebenarnya kemiskinan dan broken home.

Karding mengatakan, persoalan anak jalanan sebenarnya terkait paradigma masyarakat yang menganggap anak jalanan sebagai sampah masyarakat. Bukan sebagai individu sehingga perlu ada sosialisasi yang intensif tentang kehidupan mereka. "(Dengan operasi dubur itu), anak-anak bisa trauma. Selain mereka juga belum tentu mau. Kalau mereka menolak itu hak anak. Menurut saya dihentikanlah itu," tegasnya.

Menurut Karding, dari segi nama saja, razia itu sudah menimbulkan kesan yang tak menarik sehingga langkah polisi dinilai tidak tepat. Karding berharap langkah yang diambil polisi justru ditempuh melalui wawancara ahli psikologi dengan anak jalanan.

"Untuk identifikasi masalah supaya tahu apa akar masalahnya. Sebenarnya akar masalahnya di mana sih, pendekatan hukum soal anak tidak maksimum. Akar masalah paling dalam sebenarnya kemiskinan dan broken home," katanya.