JAKARTA, KOMPAS.com — Pembobolan dana nasabah bank juga terjadi di Jakarta. Nasabah Bank Central Asia (BCA) bernama Mariani Siahaan (42) kehilangan uang tabungan secara misterius dengan total Rp 15.800.000. Ia pun lalu melaporkan kejadian itu ke polisi.
"Tabungan saya hilang Rp 15.800.000," ucap Mariani, seusai membuat laporan ke Sentral Pelayanan Kepolisian (SPK) Polda Metro Jaya, Sabtu (23/1/2010). Ia datang tanpa didampingi siapa pun.
Warga Cipayung, Jakarta Timur, itu menjelaskan, ia baru mengetahui uang tabungannya lenyap pada tanggal 21 Januari 2010 ketika hendak melakukan penyetoran di bank. Pada saat seluruh transaksi dicetak di buku tabungan, ada 10 transaksi yang tidak pernah dilakukannya.
"Saya terakhir transaksi pakai ATM pada 4 November 2009 di mesin BCA. Di situ masih ada saldo Rp 40 juta-an. Setelah itu sampai tanggal 21 Januari 2010 tidak ada transaksi lagi," ucap dia.
Di buku tabungan yang tercetak, katanya, terdapat 10 transaksi penarikan melalui ATM antara tanggal 15 Desember 2009 sampai 8 Januari 2010 yang tidak dilakukannya. Pihak bank mengatakan, seluruh transaksi itu dilakukan dari ATM di Tamini Square, PGC Cililitan, dan ATM di daerah Cibubur.
"Ambil uang di ATM Tamini Square pernah, PGC juga pernah. Tapi di Cibubur tidak pernah sama sekali," ucap dia.
Ibu dua anak itu meminta agar pihak BCA dapat mengganti uangnya yang hilang. "Pihak bank sudah membantu, tapi belum ada kata akan mengganti. Itu (uang) ditabung dari saya gadis sampai sekarang. Uang itu untuk masa depan anak saya, untuk kuliah. Sekarang anak saya masih kelas 3 SMP dan 2 SMA," cerita dia sambil menangis.
