Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 08:30 WIB
Waduh... Jalan Rusak, Pejabat Diam Saja
Kornelis Kewa Ama Khayam | made | Selasa, 26 Januari 2010 | 16:59 WIB
|
Share:

ATAMBUA, KOMPAS.com - Puluhan siswa SMA Sinar Pancasila Benanain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Belu, NTT prihatin atas kondisi jalan rusak sepanjang 25 km akibat genangan sungai Benanain, 80 km dari Atambua. Mereka ramai ramai turun ke jalan, memperbaiki jalan itu. Para siswa ini mengangkut batu di sekitar ruas jalan dan menimbun di badan jalan yang berlobang di tengah genangan air.

Setiap hari 50-100 kendaraan roda empat dan sepeda motor melewati ruas itu, diantaranya mobil pejabat. Tetapi mereka diam saja.

Sejumlah pengendara terutama sepeda motor sering tergelincir dan jatuh di jalan itu. Alfons Kiik Melo (15) Siswa SMA Sinar Pancasila, Benanain, Betun yang menghubungi Kompas di Kupang, Selasa (26/1/2010) mengatakan, sudah hampir dua bulan terakir setelah terjadi musim hujan di daerah itu, ruas jalan sepanjang 25 km yang menghubungkan Betun, dan sejumlah desa di Kecamatan Malaka Barat rusak parah.

"Sungai Benanain meluap dan menggenangi ruas jalan itu. Setiap hari antara 50-100 kendaraan roda empat dan sepeda motor melewati ruas itu, diantaranya mobil pejabat. Tetapi mereka diam saja," kata Kiik.

Padahal, saat berada di dalam mobil ketika melintas di ruas jalan ini, para pejabat ini sering menyaksikan pengendara sepeda motor terjatuh akibat menabrak batu-batuan atau ban motor masuk ke dalam lubang secara mendadak. Pejabat setempat sudah kebal dan tidak lagi memiliki rasa kemanusiaan dan keprihatinan terhadap rakyat kecil. Mereka hanya memanfaatkan dan memperhatinan rakyat saat menjelang Pemilu.

Kiik mengaku, 50 siswa SMA Sinar Pancasila terlibat membantu menutupi kubangan dan genangan air itu. Mereka juga berupaya mengalihkan saluran air tersebut agar tidak mengikuti ruas jalan tersebut. "Kami kesulitan dana untuk membeli pacul, dan seterusnya. Kegiatan ini sukarela. Beberapa guru ikut terlibat bersama siswa," kata Kiik.