Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 09:06 WIB
Kesehatan
Probolinggo Kekurangan Dokter Spesialis
| Senin, 8 Februari 2010 | 14:34 WIB
|
Share:

PROBOLINGGO, KOMPAS - Rumah Sakit Umum Daerah Dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo kekurangan dokter spesialis. Usaha rekrutmen oleh pemerintah daerah setempat melalui tes calon pegawai negeri sipil selama ini selalu sepi peminat. Akibatnya, Kota Probolinggo krisis dokter spesialis.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Mohamad Saleh Kota Probolinggo Budi Poerwohadi, Minggu (7/2) menyatakan, masih kekurangan 22 dokter spesialis lagi. Permasalahannya, tidak mudah merekrut dokter spesialis.

RSUD DR Mohamad Saleh adalah rumah sakit tipe B. Untuk mengampu 11 unit pelayanan, pihak rumah sakit hanya memiliki sekitar 30 dokter spesialis. Beberapa unit pelayanan hanya memiliki satu dokter spesialis sehingga menimbulkan persoalan ketika dokter yang bersangkutan berhalangan.

Poli penyakit kulit dan kelamin sejak 1 Februari terpaksa ditutup sementara, meski rata-rata melayani 20 pasien per hari. Alasannya, satu-satunya dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin rumah sakit mengajukan pensiun dini.

"Penutupan akan dilakukan sampai ada dokter pengganti. Selama belum ada pengganti, pasien yang datang tetap dilayani dokter spesialis yang paling dekat spesialisasinya dengan jenis sakit pasien," kata Budi.

Sebelumnya, RSUD Dr Mohamad Saleh juga pernah menutup sementara poli penyakit bedah karena dokter spesialisnya pensiun. Kini Budi selaku direktur rumah sakit yang juga spesialis bedah, terpaksa menjalankan pekerjaan fungsionalnya tersebut meski tunjangan yang diterimanya hanya tunjangan strukturalnya.

"Ini adalah persoalan yang dihadapi semua rumah sakit pemerintah, terutama di daerah. Jumlah dokter spesialis sangat kurang ," kata Budi. (LAS)