JAKARTA, KOMPAS.com - Jarum jam menunjukkan hampir angka 11, Senin (8/2/2010) malam. Bunyi dering telepon rumah mengagetkan Ny Herbuningsih (59), tante Nt (14) yang menghilang sejak Sabtu (6/2/2010) malam dari rumah pamannya di Cluster Alamanda Blok L 14, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan.
Sontak kakak tertua dari Heri Kristiono, ayah Nt, ini buru-buru berdiri. Ia langsung mengangkat telepon itu. Telepon itu dari Gatot Yunianto, adik bungsunya yang mengabari Nt sudah ditemukan dan saat itu sudah berada di Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Jakarta.
Gatot memberikan informasi bahwa polisi telah menemukan Nt bersama kekasihnya yang dikenal melalui Facebook, Arie Power di Jatiuwung, Kota Tangerang. Informasi lainnya adalah Nt ditemukan dalam kondisi yang sehat dan tanpa ada luka memar apa pun.
"Ya kalau begitu syukurlah, Nt sudah ditemukan dalam kondisi sehat," ujar Herbuningsih saat itu.
Hati Herbuningsih akhirnya lega. "Sejak Nt menghilang, kami tak bisa tidur nyenyak. Sedikit-sedikit terbangun karena terus menunggu perkembangan kabar dari pencarian itu," kata Herbuningsih kepada Kompas, Selasa (9/2/2010) sore.
"Karena Nt sudah ditemukan, jadi saya sudah bisa pulang lagi ke Lampung," kata Herbuningsih, yang juga adalah kakak dari salah satu anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Batal pulang
Herbuningsih datang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan adik bungsunya dari sembilan bersaudara yang berlangsung Sabtu (6/2/2010) pagi hingga sore. Setelah pulang dari acara resepsi, malam harinya, Nt menghilang tanpa kabar.
Rencana awal, setelah menghadiri pernikahan Gatot Yunianto, Herbuningsih dan seluruh keluarga besar dari Jawa Timur dan Lampung akan kembali lagi ke daerah masing-masing Minggu (7/2/2010). Namun, sejumlah anggota keluarga terpaksa menunda keberangkatan gara-gara Nt menghilang. Sebagian lagi terpaksa pulang karena harus bekerja lagi.
"Sebagian tiket kereta Gumarang yang sudah terbeli hangus karena sebagian keluarga masih tetap tinggal mencari Nt. Saya juga batal pulang ke Lampung," kata Herbuningsih.
Gatot yang baru menikah bersama istrinya pun ikut mencari Nt. Mereka terpaksa menunda bulan madu karena harus mencari Nt," tambah Herbuningsih.
Nt menghilang baru diketahui Sabtu malam sekitar pukul 20.00 wib. Saat itu, Heri baru pulang mengantarkan oleh-oleh buat sanak keluarga di Tangerang, seusai pesta pernikahan adiknya, Gatot. Begitu tiba di rumah di BSD, Heri tidak melihat Nt. Saat itu, keluarga besar yang sedang duduk santai baru sadar kalau Nt sudah menghilang.
Heri bolak-balik mencari dan memanggil Nt. Namun, putri kedua dari tiga bersaudara anak Heri dan Ny Sri itu tak terdengar suaranya dan tak kunjung datang.
"Malam itu juga, sebagian keluarga langsung mencarinya. Selain mencari ke tempat nongkorong anak muda di Blok M, rombongan mencari Nt di Monumen Nasional," kata Herbuningsih. Karena tidak bertemu dengan Nt, akhirnya pukul 04.00 mereka pulang.
Keesokan harinya, Minggu (7/2/2010) pagi, pencarian dilanjutkan. Kali ini pihak keluarga mencari Nt ke Ancol. Namun, mereka tak bertemu dengan Nt.
"Sekitar jam 8 malam, Senin, ada telepon dari polisi ke rumah mencari Heri. Tetapi Heri tidak berada di rumah masih terus mencari putrinya," kata Herbuningsih.
Telepon kemudian berdering menjelang pukul 11 malam. Kali ini telepon memberikan kabar gembira bahwa Nt sudah ditemukan dalam kondisi sehat.
Setelah Nt ditemukan, apa yang akan dilakukan pihak keluarga? "Saya tidak tahu. Itu urusan dari ayah dan ibu Nt. Mereka yang harus bertanggung jawab dan mendidik anak-anaknya, termasuk Nt," kata Herbuningsih.
Namun, yang pasti, tambah Herbuningsih, menghilangnya Nt dan pengakuan siswi kelas 2 SMP di Surabaya itu telah membuat malu bagi keluarga besar. "Ini telah membuat malu keluarga. Gara-gara kelakuan Nt, keluarga besar kita ini malu," tambah Herbuningsih.
Jika harus memilih siapa yang disalahkan dalam kasus menghilangnya Nt, Herbuningsih memilih Ny Sri, ibu Nt. Alasannya, Ny Sri tidak bekerja dan tinggal di rumah mengurus anak-anak. Sementara, ayah Nt, setiap hari harus bolak-balik Sidoarjo-Surabaya- Sidoarjo untuk bekerja. Heri, ayah Nt, yang sehari-hari bekerja di Dinas Pendidikan Nasional di Surabaya harus berangkat pagi-pagi sekali ke Surabaya. Tiba di rumah pada malam hari.
"Saya kasihan melihat adik saya, Heri. Ia sudah capek bekerja, jadi jangan lagi ditambah mengurus rumah tangga dan anak-anak. Kan ada istrinya yang seharusnya mengurus, mendidik, dan merawat anak-anak mereka," kata Herbuningsih.
Suara bagus
Herbuningsih mengatakan, dari tiga keponakannya, anak-anak Heri, semuanya pintar di sekolah. Christin, kakak Nt, berprestasi di bangku kuliah. Indeks prestasi setiap semester rata-rata 4. Demikian juga Nt, di sekolahnya, ia termasuk berprestasi karena masuk dalam ranking 10 besar. Begitu juga dengan adiknya, Septia, kelas 5 SD juga berprestasi di sekolah.
"Kalau Nt, berbeda dengan kakak dan adiknya. Saat menyanyi, suaranya sangat bagus," cerita Herbuningsih.
Nt juga berbeda dengan kakak dan adiknya, serta sepupunya. "Ia terlihat lebih centil dari yang lainnya. Dari dandanannya dan tingkah lakunya," tambah Herbuningsih.
Kini, setelah Nt tertangkap, rumah Gatot menjadi sepi. Sejak Selasa pagi hingga sore, tak terlihat aktivitas dari dalam rumah. Pintu garasi dan rumah terkunci.
"Saya di dalam rumah. Malam keluar. Saya dan keponakan terus memantau berita dari televisi dan internet," jelas Herbuningsih.
Herbuningsih terpukul dengan pengakuan Nt kepada polisi seperti yang dibacanya dalam satu situs berita bahwa keponakannya tiga kali bersetubuh dengan Arie Power.
"Kalau sudah begini, bagaimana masa depan keponakan saya?" ungkap Herbuningsih.


