Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 22:17 WIB
Bus Ulang-alik Sentul City Tak Berizin
Ratih P Sudarsono | made | Selasa, 9 Februari 2010 | 19:32 WIB
|
Share:

BOGOR, KOMPAS.com - Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Bogor menangkap dan mengandangi satu bus ulang-alik Sentul City-Baranangsiang hari ini. Alasannya bus yang dioperasikan oleh PO AO tersebut tidak punya izin trayek.

Akibat pengandangan tersebut, pengguna jasa bus satu-satunya dari perumahan Sentul City ke Kota Bogor tersebut, kalang kabut. Terlebih sepanjang sore hingga petang, hujan mengguyur Bogor.

"Aparat saya memang menangkap dan bus ulak-alik Sentul City. Sebab, tidak ada izin trayeknya. Bus yang digunakan juga ber STNK Yogyakarta. Masak beroperasi masuk Kota Bogor, busnya berplat AB (Yogyakarta)," kata Kepala Dishub Kominfo Kota Bogor, HA Syarief, Selasa (9/2/2010) sore.

Seorang sopir bus ulak-alik Sentul City itu mengatakan, AO sudah mengoperasikan bus ulak alik dengan STNK  Yogyakarta itu sejak lima tahun lalu. "Kami kerja sama dengan Sentul City, dan setiap hari beroperasi ulak-alik dari terminal Sentul City-Terminal Damri, dengan jawal keberangkatan pasti, per satu jam. Selama ini tidak ada masalah," katanya.

Para sopir AO mengatakan, tindakan Dishub mengandangkan busnya, tidak lain karena bus Trans Pakuan, milik BUMD Kota Bogor, akan beroperasi dari halte Cidangeang (Baranangsiang) ke Belanova (Sentul City).  "Selama ini kami aman beroperasi, Trans Pakuan masuk, kami akan didepak seenaknya. Trans Pakuan sudah beroperasi sejak malam minggu lalu," kata para sopir tersebut.

Basri dari SGC, manajemen pengelola lingkungan Sentul City, mengatakan, pihaknya tidak tahu bahwa bus ulak-alik Sentul City dilarang beroperasi Dishub Kota Bogor. Namun, ia mengakui Trans Pakuan memang bekerja sama dengan Belanova.

"Buat kami tidak jadi masalah Trans Pakuan beroperasi di sini karena makin banyak taransportasi umum dapat menjangkau Sentul City, akan semakin baik," katanya.

Hal itu juga, kata Basri, akan membuat jasa tarsportasi  bersaing dalam tarif dan pelayanannya. "Kami mendapat keluhan dari warga, AO memang kurang dalam memberi pelayanan dan kenyamanan. Keluhan warga ini perlu kami sikapi juga," katanya.

Syarief menambahkan, bus ulang alik Sentul City dapat beroperasi lagi asalkan PO AO, operatornya, mengurus izin trayek busnya. "Kami tidak asal tangkap. Bus ulak-alik itu tidak ada izin trayeknya dan memakai bus Yogyakarta. STNK busnya bukan F (Bogor)," katanya.