JAKARTA, KOMPAS.com - Menyambut Imlek 2561, sepanjang jalan di sekitar Pasar Rawa Belong, Jakarta Barat, bakal dipadati pedagang ikan bandeng mulai Rabu (9/2/2010) ini. Kawasan ini dikenal sebagai tempat penjualan bandeng Imlek.
Sejumlah pedagang bandeng, Selasa (9/2/2010), sudah menyiapkan lapak untuk berjualan. Ada pula pedagang yang sudah menata ikan bandeng dagangan mereka.
"Baru boleh dagang besok (hari ini). Paling jam tiga pagi sudah ada yang beli. Ini kebetulan stok dagangan dari pasar aja," kata Bang Ibad, seorang pedagang ikan bandeng.
Rencananya ada 30 pedagang ikan bandeng yang akan berjualan di Pasar Rawa Belong dan sekitarnya. Mereka dikoordinasi oleh ketua RW setempat. Menurut Haji Abdul Chair, Ketua RW 03 Rawa Belong selaku koordinator pedagang, penjualan bandeng akan berlangsung Rabu sampai Sabtu ini.
"Kalau sepuluh tahun lalu, dagang di sini cuma tiga hari. Tapi, karena belakangan H-1 Imlek masih ramai, akhirnya disepakati empat hari," kata Abdul Chair. Para pedagang musiman itu berjualan dari pagi hari hingga tengah malam.
Meski menyambut Imlek, pembeli dari etnis Tionghoa hanya beberapa orang saja. "Di sini yang dagang 70 persen pedagang musiman dan yang beli justru mayoritas orang Betawi. Bagi orang Betawi bandeng Imlek seperti tradisi, kan budaya Betawi ada pengaruh dari sono juga (China)," kata Abdul Chair yang mengaku besar di Rawa Belong.
Zaini, seorang pedagang, mendapatkan ikan bandeng dari Muara Baru dan Muara Angke, Jakarta Utara. "Biasanya bandeng Imlek ukuran gedean. Harga sekilonya Rp 30.000-Rp 40:000," kata Zaini yang sehari-hari sebagai berjualan kembang di Pasar Rawa Belong.
Sementara itu, pasaran ikan bandeng di Pancoran, Glodok, masih sepi. "Mungkin hari Kamis atau Jumat ini akan ramai," ujar pedagang ikan, Okib.
Dia mengatakan, umumnya saat gong xi fa cai atau Imlek, pembeli mencari bandeng dengan ukuran 3-4 kg. Namun, karena permintaan belum ramai, bandeng-bandeng yang kini dijajakan di Pasar Pancoran berukuran 6 ons hingga 2 kg.
Menurut kepercayaan orang Tionghoa, bandeng yang terkenal berduri banyak ini disajikan kepada lelulur dengan harapan mendapat rezeki yang lebih baik dibandingkan tahun lalu. (IGN)


