JAKARTA, KOMPAS.com — Tahun 2011 nanti, Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta dalam hal ini Badan Pengelola Lingkungan Industri dan Permukiman (BPLIP) berencana akan menjadikan kawasan industri Pulo Gadung sebagai kawasan terpadu wirausaha Jakarta (Kateraje).
Hal tersebut diungkapkan oleh Konsultan BPLIP, Fauzi Alvi Yasin, saat diskusi pembahasan master plan terkait realisasi Kateraje, di Hotel Grand Sahid Jaya, Rabu (10/2/2010).
"2011 rencananya pengembangan Kateraje akan diluncurkan pada 2011 dan penggarapan atau realisasinya akan dikembangkan 10 sampai 20 tahun mendatang," paparnya.
Kateraje sendiri adalah sebuah konsep pengembangan kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur, menjadi kawasan enterpreneur city. Dalam konsep tersebut, rencananya kawasan Pulo Gadung akan dijadikan pusat usaha industri kecil dan menengah, perdagangan, permukiman sekaligus pariwisata.
Master plan mengenai Kateraje ini sendiri hingga hari ini masih "digodok" oleh BPLIP. Namun, kabarnya proyek Kateraje ini akan memakan biaya hingga Rp 3,6 triliun. Untuk memenuhi kebutuhan akan biaya tersebut, selain mengandalkan APBD, BPLIP akan menjalin kemitraan atau kerja sama dengan sejumlah investor swasta.


