Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 09:46 WIB
Ditunggu, Monorail Green Line dan Monorail Blue Line!
| hertanto | Kamis, 18 Februari 2010 | 09:46 WIB
|
Share:
KOMPAS/SRI REJEKI Ilustrasi: Monorel di Kuala Lumpur

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Muhammad Tauhid mengatakan, salah satu pemicu permasalahan transportasi, khususnya kemacetan di DKI, adalah tingginya pertumbuhan jumlah kendaraan. Untuk kendaraan roda empat (mobil) tingkat pertumbuhan setiap harinya mencapai 240 unit, sedangkan untuk pertumbuhan sepeda motor per harinya mencapai 890 unit per hari.

"Untuk mengerem laju pertumbuhan jumlah kendaraan, Pemprov DKI kini tengah mengembangkan pola transportasi makro (PTM) yang meliputi enam hal," katanya saat rapat kerja dengan Komisi B DPRD DKI, Rabu (17/2/2010).

Pertama, kata Tauhid, adalah pengembangan sistem angkutan bus, yakni penataan trayek dan rasionalisasi angkutan umum bus.

Kedua, pengembangan sistem angkutan massal, yakni jaringan bus priority yang mencapai 15 koridor. Lalu, program Monorail Green Line dan Monorail Blue Line, serta pembuatan MRT dua phase Lebak Bulus-Dukuh Atas dan Dukuh Atas-Kampung Bandan.

Ketiga, pengembangan sistem jaringan jalan dengan cara menambah dan meningkatkan kapasitas ruas jalan serta meningkatkan kapasitas jalan simpang susun, selain juga membangun jalan tol baru.

Keempat, pengembangan jaringan rel melalui pengembangan KRL Jabodetabek. Kelima, pengembangan kebijakan pendukung dengan penerapan transportasi demand management. Keenam, pengembangan sistem angkutan jalan alternatif.

"Pengembangan ini terus berlanjut hingga 2020 mendatang," ujar Tauhid.

Untuk saat ini, pencapaian yang telah berhasil salah satunya adalah pengembangan sistem angkutan massal berbasis jaringan bus priority (busway) yang koridornya sudah mencapai 143,35 kilometer (8 koridor) dengan panjang lintasan mencapai 123,35 kilometer, dengan jumlah halte yang berhasil dibangun 142 halte dan 142 armada bus yang dioperasikan oleh 6 operator bus.

"Jumlah pertumbuhan penumpang yang berhasil diangkut mencapai 10 persen setiap tahunnya," kata Muhammad Tauhid.

Untuk mengerem laju pertumbuhan jumlah kendaraan, Pemprov DKI kini tengah mengembangkan pola transportasi makro.
Sumber :