JAKARTA, KOMPAS.com - Tyas Rumanti (29), isteri terdakwa dugaan kasus kepemilikan narkoba Susandhi (29), biasa dipanggil Aan, mengaku merasa sangat kehilangan suaminya yang kini menjadi tahanan dan harus menjalani sidang pertama di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (24/2/2010). Ia mengaku ada yang hilang selama Aan ditahan, salat subuh jamaah.
Demikian terungkap dari Rumanti kepada Persda Network sebelum mengikuti sidang suaminya tersebut. "Saya merasa kehilangan salat bareng sama Abang. Biasanya kalau subuh jamah bareng. Juga hari libur biasanya," ujar Rumanti yang biasa dipanggil Ranti .
Sembilan tahun sudah dirinya mengarungi hidup bersama Aan. Meski tidak romantis, menurut Ranti, suaminya tersebut tidak pernah marah kepadanya. Katanya, "Dia baik. Sama adik-adiknya mendidik. Dia enggak pernah marah,"
Ranti mengaku separuh jiwanya hilang karena harus terpisah dengan Aan yang kini di balik penjara. Dirinya kerap menangis karena sampai sekarang belum ada kejelasan soal perkara suaminya yang direkayasa. "Mudah-mudahan Satgas dan Propam membantu," harapnya.
Di tengah pembicaraan, matanya berlinang mengingat nasib 84 anak asuh Aan kini terancam kehilangan kesempatan untuk melanjutkan sekolah. Setelah Aan ditahan, mereka menggantungkan keluhannya kepada Ranti. "Kalau Bang Aan lama bagaimana kita sekolah," curhat salah satu anak yang ditirukan ranti.
Ranti mengaku tak tega mendengar rintihan anak-anak itu terus terngiang di telinganya setiap hari. Ranti pun tidak tinggal diam. "Karena Aan di dalam tahanan, saya mencoba mengajak orang lain membantu kita," ucapnya.
Ia mengenang sebelum menikah, Aan sudah terjun dalam dunia sosial. Waktu itu aktivis HMI Cabang Jakarta ini sudah mengorganisasikan anak-anak kecil latihan marawisan. "Aan yang koordinir. Jika ada hajatan mereka dipanggil. Aan juga yang membuat mereka tabungan dan uang kas," ujarnya.
Belum lagi banyak kegiatan yang biasa diikuti anak-anak asuhnya kini harus terbengkalai. Aan yang biasa koordinir kegiatan sekarang ditahan. "Dia ketakutan bagaimana kalau tidak ada abang Aan," tambahnya.
Pertemuan Ranti dengan Aan berlangsung saat dirinya menjadi yunior Aan di HMI. Meski keduanya dari kampus yang terpisah. Sementara Aan mahasiswa akuntasi STIE Tri Dharma Widya, Ranti di kampus lainnya. Hanya satu harapannya kini. "Inginnya Aan cepat kumpul bareng keluarga lagi. Dia sudah terlalu lama dianiaya," pungkasnya. (Persda Network/Yog)


