Senin, 1 September 2014

News / Megapolitan

Presiden Hadiri Peringatan Maulid Nabi di Monas

Jumat, 26 Februari 2010 | 07:44 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 Hijriah yang diisi dengan Dzikir Nasional. Acara peringatan tersebut dimulai pada pukul 08.45 WIB di Taman Silang Monas, Jakarta, Jumat (26/2/2010), dan dihadiri oleh berbagai majelis dzikir yang ada di Jakarta.

Pada Jumat pagi, kawasan silang Monas telah dipenuhi oleh ratusan peserta Dzikir Nasional tersebut sehingga membuat lalu lintas jalan sekitarnya tersendat.

Secara kenegaraan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW telah dilakukan pada Kamis (25/2/2010) malam di Istana Negara yang dihadiri oleh  Presiden dan Wakil Presiden Boediono, menteri-menteri Kabinet Indonesia Bersatu, serta para dubes negara Islam.

Dalam pidatonya pada peringatan kenegaraan tersebut, Presiden Yudhoyono mengingatkan kesantunan dan etika yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan demokrasi dan politik.

Kepala Negara mengatakan, pelajaran yang ditinggalkan nabi besar itu dalam bidang demokrasi dan kehidupan politik adalah contoh yang arif bijaksana serta menjunjung tinggi harmoni. "Demokrasi yang dibangun adalah demokrasi disertai amanah penuh etika, kesantunan, serta menjunjung tinggi akhlakul karimah, bukan demokrasi dilandasi permusuhan dan saling menjatuhkan," tuturnya.

Demokrasi yang dibangun di Indonesia, menurut Presiden, juga harus menjauhkan diri dari tirani kekuasaan golongan kuat serta pemaksaan kehendak yang dapat merusak  keadilan. "Demokrasi harus santun, beretika, dan berakhlak sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah," demikian Presiden.


Editor : made
Sumber: