Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 10:09 WIB
Akhirnya, Tangsel Bisa Atasi Soal Sampah
Pingkan E Dundu | made | Senin, 1 Maret 2010 | 20:20 WIB
|
Share:

KOMPAS/DANU KUSWORO
Pejalan kaki melewati gundukan sampah di pinggir jalan di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan (Tangsel), Selasa (2/2). Sampah merupakan salah satu permasalahan di wilayah Tangsel sehingga perlu penanganan segera.

TERKAIT:

CIPUTAT, KOMPAS.com - Dalam kondisi darurat sampah, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) akhirnya memanfaatkan tempat pembuangan sampah sementara (TPS) Cipeucang, Serpong. Di tempat itu, sampah akan dipilah-pilah. Selanjutnya, sampah organik diolah menjadi kompos sementara sampah anorganik didaur ulang.

Kami tak mau terlalu lama dibuat pusing oleh sampah.

"Kami tak mau terlalu lama dibuat pusing oleh sampah. Buang ke Bogor diprotes warga. Truk-truk sampah Tangerang, truk kami ditangkap. Lebih baik kami berdayakan wilayah sendiri sehingga tidak ditolak di sana-sini," kata Penjabat Wali Kota Tangerang Selatan, Shaleh MT, di sela-sela peninjauan kesiapan TPS Cipeucang, Senin (1/3/2010). Ikut hadir dalam peninjauan itu sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemkot Tangsel.

Shaleh mengatakan, untuk mengolah sampah tersebut, pihaknya menggandeng mitra swasta, PT Pandawa yang bekerja sama dengan Koperasi Usaha Masyarakat Mandiri (KUMM).

Juru bicara KUMM, Husein bin Ali mengatakan, untuk mengolah sampah pihaknya menggunakan mesin dengan sistem pengolahan sampah terpadu atau Sipesat. Selain di Cipeucang, sistem ini juga akan digunakan di lima pasar se-Tangsel, yakni Ciputat, Pamulang, Serpong, Jombang, dan Cimanggis. "Sistem ini tergolong cepat. Begitu sampah datang dipilah langsung diolah," kata Husein.

Husein mengatakan, Rabu (3/3/2010), pihaknya sudah akan memasang alat pengolahan sampah tersebut. "Kalau alat sudah terpasang, kita langsung mengolahnya," kata Husein. Satu alat pengolahan bisa menampung 10 meter kubik sampah.

Shaleh mengatakan, untuk mengatasi sampah pasar dan rumah tangga di wilayahnya tidak perlu lagi menunggu lama. "Ini program pendek. Ke depannya, kami akan mengolah sampah dengan Singapura, yang saat ini masih dalam penjajakan," kata Shaleh.

Terkait dengan rencana tersebut, kata Shaleh, pihaknya dalam waktu dekat akan memperbaiki jalan yang menuju ke TPS Cipeucang.