Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 10:11 WIB
Ford Ikut Selamatkan Harimau Sumatera
Agung Kurniawan | bastian | Selasa, 2 Maret 2010 | 13:35 WIB
|
Share:

AGUNG KURNIAWAN
Will Angove (kanan) menyerahkan kunci secara simblois kepada Giles

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Untuk menyokong kelestarian habitat Harimau Sumatera, PT Ford Motor Indonesia (FMI) menggandeng Australia Zoo menyumbangkan dua unit Ranger ke organisasi lingkungan hidup Fauna & Flora International (FFI) senilai Rp 690 juta. Kedua unit sebelumnya telah digunakan FFI selama dua tahun silam sebagai produk pinjaman. Kini, FMI menyumbangkannya secara cuma-cuma.

Presiden Direktur FMI Will Angove mengatakan, luas wilayah yang dicakup FFI dalam melaksanakan kegiatannya sangat luas hingga puluhan ribu kilometer persegi. "Untuk itu diperlukan kendaraan yang sangat kuat. Kita sudah meminjamkan dua pick up Ford beberapa tahun lalu, dan menyumbangkannya kepada mereka merupakan yang terbaik," ujar Will dalam serah terima dua unit Ranger bersama Australia Zoo di Kantor Pusat FMI, Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (2/3/2010).

Pada kesempatan yang sama, Giles Clark, selaku International Conservation Manager Australia Zoo mengaku, kehadiran unit Ford di tanah Sumatera sangat membantu kegiatan konservasi Harimau di Indonesia. Tanpa bantuan kendaraan yang tangguh di segala medan akan sulit untuk bergerak dari satu titik ke tempat lain untuk menjangkau semua area. "Sudah dua tahun kita menggunakan Ranger di Sumatera dan terbukti ketangguhannya," jelas Giles.

FFI, merupakan organisasi di bidang konservasi keragaman biologi di Pulau Sumatera yang berdiri sejak 1998 silam. Salah satu program yang menjadi unggulan adalah Tiger Conservation and Protection Units (TPCU), yaitu upaya perlindungan satwa Harimau Sumatera. Saat ini, jumlah populasi Harimau Sumatera hanya tersisa 300-400 ekor saja di seluruh dunia.

Sementara Australia Zoo merupakan organisasi yang dibentuk mendiang "Crocodile Hunter" Steve Irwin belokasi di Beerwah, Queensland, Australia yang membiayai berbagai kegiatan konversi baik di negeri mereka sendiri dan luar negeri. Beberapa spesies yang berhasil dilindungi antara lain, buaya, harimau, Wombat, gajah, dan cheetah.