Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 10:14 WIB
DEMAM BERDARAH
Sampai April, DBD Ancam Warga Jakarta
| Rabu, 3 Maret 2010 | 04:37 WIB
|
Share:

Jakarta, Kompas - Cuaca panas terik berganti-ganti dengan hujan lebat menciptakan kondisi tepat bagi nyamuk Aedes aegypti, pembawa bibit penyakit demam berdarah dengue, berkembang biak.

Pada awal Maret, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan pemerintah kota di lima wilayah segera meningkatkan kewaspadaan menghadapi kemungkinan lonjakan kasus penderita DBD. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan DKI Jakarta, ancaman merebaknya penyakit DBD menjangkiti masyarakat bisa terjadi hingga April nanti.

Hujan

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat dr Hakim Siregar, Selasa (2/3), mengatakan, kalau hujan turun terus-menerus, ancaman DBD berkurang.

”Namun, saat hujan dan panas berselang-seling seperti ini, DBD berpotensi meningkat. Sebab, genangan air muncul dan menjadi tempat perkembangan nyamuk Aedes aegypti,” kata Hakim.

Meski kewaspadaan tinggi, untuk sementara ini, jumlah penderita DBD di Jakarta Pusat masih di bawah jumlah penderita tahun lalu. Pada Januari, tercatat jumlah penderita DBD 150 orang dan pada Februari menurun menjadi 100 kasus. Tahun lalu, penderita DBD pada Januari mencapai 219 orang dengan 2 orang meninggal dunia serta 246 kasus dengan 1 orang meninggal pada Februari.

Di Jakarta Selatan, antisipasi mengatasi ledakan kasus DBD dilakukan dengan melaksanakan pembersihan rutin di tingkat RT dan RW setiap Jumat. Pembersihan meliputi gerakan pemberantasan sarang nyamuk dengan 3M plus, yaitu menutup, menguras, dan mengubur, serta membunuh larva nyamuk dengan abate. Selain mengerahkan warga setempat, anak sekolah pun dididik menjadi juru pemantau jentik.

”Ada 600 siswa setingkat SD sampai SMU di Jakarta Selatan melaksanakan tugas sebagai juru pemantau jentik di sekolahnya dan lingkungan sekitar sejak awal Februari,” kata Wali Kota Jakarta Selatan Syahrul Effendi.

(ART/NEL)