Kamis, 24 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Kamis, 24 Mei 2012 | 23:56 WIB
Pidato Lebih Baik Disampaikan Lebih Dulu di Indonesia
Sandro Gatra | hertanto | Kamis, 11 Maret 2010 | 14:22 WIB
|
Share:
KOMPAS Images/DHONI SETIAWAN Kepala Pusdokkes Mabes Polri Brigjen Pol dr Musaddeq Ishaq menunjukkan foto tersangka teroris Dulmatin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2010). Pihak kepolisian melalui hasil tes DNA dan ciri fisik lainnya, memastikan Dulmatin sebagai salah satu dari tiga tersangka teroris yang tewas saat penggerebekan di daerah Pamulang, Selasa 9 Maret 2010. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

JAKARTA, KOMPAS.com — Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengenai kepastian tewasnya anggota teroris Dulmatin yang disampaikan di hadapan Parlemen Australia di Canberra dinilai tepat. Namun, pidato Presiden dinilai akan lebih baik jika disampaikan lebih dahulu atau bersamaan dengan pengumuman yang dilakukan oleh pihak Polri.

Jadi, yang di dalam (negeri) tidak menganggap kok kami dianaktirikan

”Jadi, yang di dalam (negeri) tidak menganggap, kok kami dianaktirikan. Kami saja di dalam belum dikasih tahu,” ucap pakar komunikasi Effendi Ghazali di Mabes Polri, Kamis (11/3/2010), ketika dimintai tanggapan terkait pidato Presiden yang disayangkan oleh sejumlah pihak.

Seperti diketahui, Presiden menyampaikan kepastian tewasnya Dulmatin sekitar pukul 10.00 WIB di Australia. Sedangkan Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri baru menyampaikan sekitar pukul 14.00 WIB.

Meski demikian, menurut Effendi, penyampaian tewasnya gembong teroris paling dicari itu kepada dunia internasional perlu dilakukan, mengingat terorisme adalah kejahatan universal. Selain itu, tewasnya aktor bom Bali I itu berdekatan dengan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama ke Indonesia.

”Penangkapan teroris pantas disambut di mana pun, terutama jika dikaitkan pada waktu bom Bali I. Kan, banyak sekali warga Australia jadi korban,” ungkapnya.

”(Pidato) itu kan disampaikan langsung beberapa stasiun televisi. Tapi akan lebih baik ada event berita yang bisa ditambahkan, misalnya sebelum bicara di parlemen, Presiden memberikan selamat kepada Kapolri,” ucapnya.

Seperti diberitakan, Dulmatin tewas saat penggerebekan di Pamulang, Tangerang Selatan. Selain itu, Tim Densus 88 Antiteror juga menewaskan dua pengawal Dulmatin, yaitu Hasan dan Ridwan.