JAKARTA, KOMPAS.com — Kematian tokoh teroris Asia Tenggara, Dulmatin, turut menjadi perhatian serius Duta Besar Amerika Serikat Cameron R Hume. Bahkan, Hume menyatakan rasa heran atas kepemilikan peluru tajam dalam jumlah banyak di senjata revolver Dulmatin.
"Saya hanya tahu dari surat kabar bahwa ada adu tembak selama lima menit. Banyak peluru, saya rasa. Tapi saya tidak tahu kenapa orang biasa mempunyai peluru sebanyak itu," ucap Cameron R Hume di Universitas Atma Jaya, Jakarta, Kamis (11/3/2010).
Menurut Hume, pemahaman atas penembakan mati terhadap Dulmatin sebatas itu belaka. Dia tidak mengomentari lebih perihal penggerebekan pihak kepolisian Indonesia di wilayah Pamulang, Tangerang Selatan. "Saya tidak tahu hal lainnya," ucapnya.
