JAKARTA, KOMPAS.com — Puluhan pedagang kaki lima yang berjualan di kios tenda di Pasar Inpres Senen diperkirakan tak dapat berjualan lagi di lokasi yang habis dilalap si jago merah, Kamis (11/3/2010) dini hari. Menurut pengelola pasar, para pedagang ini juga rencananya akan direlokasi ke Pasar Kenari, tetapi sebagian besar menolak.
Tidak demikian dengan Manurung (51). Pria yang harus bolak-balik dari Cibubur ke Senen untuk berjualan ini tak menolak direlokasi. Dia mengaku memang baru mendengar kabar ini dan menyambut positif meski rasanya tetap sulit meninggalkan lokasi yang sudah berpuluh-puluh tahun ditempatinya.
"Ya... Maulah kalau dipindahin. Tapi emang itu udah pasti. Dari dulu juga dijanjiin, tapi enggak jadi-jadi," tutur Manurung sambil menikmati teh manis hangatnya. Menurutnya, para pedagang di Pasar Inpres Senen sebenarnya juga cukup setuju untuk direlokasi karena kondisi kios yang tidak memadai lagi. Kios Manurung sendiri terbuat dari tenda dan kerap bocor ketika hujan tiba.
Memang, sebelumnya, Manurung mengakui beberapa kali mendengar kabar bahwa para pedagang akan direlokasi. Hanya saja, rencana itu selalu batal dan tak pernah terwujud. Kini, kalaupun mau direlokasi, Manurung pasrah saja meski agak terpaksa. Pria yang mengaku rugi sampai Rp 60 juta ini mengatakan baru mendengar kabar kebakaran pada pagi hari ketika menonton televisi. Karena kondisi lokasi sudah rata dengan tanah, tak ada niat untuk mengejar waktu menyelamatkan sisa-sisa barang dagangannya.
"Kita juga enggak mungkin buru-buru ke sini karena sudah habis pasti. Dikejar juga enggak berarti lagi, sudah habis," ungkapnya. Yang tersisa hanya dua atau tiga bal tas yang dititipkannya setiap hari sebelum menutup kios di kios milik temannya di lantai atas. Kios temannya ini luput dari kebakaran.
