Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:03 WIB
Polrestro Bekasi Lacak Jejak Dulmatin di Bekasi
Cokorda Yudhistira | ksp | Kamis, 11 Maret 2010 | 18:18 WIB
|
Share:

AFP/ OMEO GACAD
Kepala Polri Jenderal (Pol) Bambang Hendarso Danuri memegang foto Dulmatin yang masuk dalam DPO Polri. Dalam konferensi pers sore ini, Rabu (10/3/2010) memastikan salah satu korban tewas dalam penggerebekan di Pamulang adalah Dulmatin.

TERKAIT:

BEKASI, KOMPAS.com  - Polres Metro Bekasi, Kota Bekasi sedang melacak jejak buronan kasus terorisme, Dulmatin, yang disebut-sebut pernah tinggal di Kota Bekasi sebelum tinggal di Pamulang, Tangerang Selatan. Untuk itu, Polres Metro Bekasi mengerahkan jajaran polsek setempat.

Kepala Polres Metro Bekasi Kombes Iman Sugianto mengatakan, mereka memeroleh informasi bahwa Dulmatin pernah tinggal di wilayah Kota Bekasi sebelum pindah ke Pamulang. Dulmatin disebut- sebut ditampung kenalannya sesama anggota JI dan pernah mendapat pelatihan di Filipina serta pernah ikut dalam konflik di Ambon.

Iman menyatakan, polisi masih mengecek lokasi-lokasi yang dimungkinkan sebagai tempat Dulmatin berdiam di Kota Bekasi. Adapun informasi yang diperoleh, Dulmatin alias Yahya Ibrahim disebut pernah tinggal di kawasan Pondok Ungu, Bekasi Utara, selama dua bulan sebelum pindah ke Pamulang.

Dalam catatan Kompas, pada Juli 2003 polisi pernah menangkap beberapa orang di Kota Bekasi karena diduga terkait atau memiliki hubungan dengan kasus peledakan bom di Bali tahun 2002 dan sejumlah rencana peledakan bom di Jakarta. Dua orang ditangkap di wilayah Kaliabang, Bekasi Utara.

Mereka, yang ditangkap di Kaliabang, itu antara lain Mst dan Syn, keduanya merupakan anggota JI. Mst juga menjabat Ketua Mantiqi III JI, yang wilayahnya meliputi Sulawesi, Sabah (Malaysia), dan Pulau Mindanao (Filipina). Namun setelah memeriksa selama satu pekan, polisi kemudian melepaskan Syn karena dinilai tidak cukup bukti (Kompas, 19/7/2003).

Sementara pascapenyergapan tim Densus 88 di Pamulang, Tangerang Selatan, pada Selasa (9/3), polisi memastikan Dulmatin adalah salah satu dari tiga orang yang ditembak mati dalam penggerebekan itu. Selain menembak mati Dulmatin dan dua orang lainnya , polisi juga menangkap tiga orang dalam keadaan hidup.