Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:04 WIB
Dulmatin Akan Dimakamkan di Makam Dowo
Hendra Gunawan | ksp | Kamis, 11 Maret 2010 | 18:54 WIB
|
Share:

DHONI SETIAWAN/KOMPAS.com
Kapolri, Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri menunjukkan foto gembong teroris, Dulmatin alias Amar Usman alias Muktamar alias Djoko Pitono di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (10/3/2010). Dulmatin bersama dua pengawalnya Ridwan dan Hasan Nour tewas saat penyergapan Densus 88 di Pamulang beberapa waktu lalu. KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN

TERKAIT:

PEMALANG, KOMPAS.com -  Keluarga  Joko Pitono alias Amar Usman alias Dulmatin rencananya akan memakamkan jenazah tersangka teroris tersebut ke pemakaman keluarga di Desa Loning, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jumat (13/3) pagi.

Ayah tiri Dulmatin, Jazuli Arwan mengatakan, keluarga besar alm H Sofi (kakek Dulmatin) telah menyepakati pemakaman dilakukan di pemakaman Makam Dowo yang letaknya sekitar 500 meter dari tempat kelahiran tersangka peracik bom Bali 2002 tersebut.

"Tadinya kami mengusulkan dimakamkan di pemakaman Desa Bulu yang tidak jauh dari rumah kami. Tetapi setelah berunding dengan keluarga lainnya akhirnya diputuskan dimakamkan di Makam Dowo," kata Jazuli kepada PersdaNetwork di kediamannya di Pasar Petarukan, Kamis (12/3) petang.

Jenazah Dulmatin diperkirakan sampai di rumah duka pada Kamis malam sekitar pukul 22.00 hingga 23.00 wib setelah dilepas dari RS Polri sekitar pukul 16.00 wib.

Makan Dowo (panjang) sendiri adalah makam yang biasa digunakan untuk memakamkan masyarakat Loning yang meninggal. Makan tersebut dinamakan Makam Dowo karena ada tiga makam yang panjangnya tidak biasa. Yang satu sepanjang 10 meter dan yang dua panjangnya sekira 5 meter. Dipercaya masyarakat, makam yang panjang tersebut bukan makam makam manusia, tetapi tempat penyembunyian senjata-senjata pada saat zaman perjuangan dulu. 

Sumber :
Persda Network