PEMALANG, KOMPAS.com - Keluarga Dulmatin di Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang mulai mempersiapkan pemakaman untuk Dulmatin. Mereka memasang tenda dan meletakkan kursi-kursi plastik di teras rumah, yang juga dijadikan sebagai toko kelontong, di kawasan Pasar Petarukan tersebut.
Menurut ayah tiri Dulmatin, Jazuli, rencananya jenazah Dulmatin akan dimakamkan di tanah keluarga, di Desa Loning, Kecamatan Petarukan. Waktu pemakanan masih menunggu kepastian pemulangan jenazah. Keluarga menyerahkan proses pemulangan jenazah kepada Azam Baabud, kakak Dulmatin.
Menurut Jazuli, Dulmatin sudah lama meninggalkan Pemalang, sejak sebelum peristiwa Bom Bali I tahun 2002. Selama ini, keluarga tidak mengetahui aktivitas Dulmatin. Hanya saja setelah lulus SMA, Dulmatin pernah belajar menjadi montir televisi. Keluarga tidak tahu aktivitasnya, dan tidak pernah mencari tahu, ujarnya.
Terkait dengan rencana pemakaman Dulmatin di kampung halamannya, sejumlah tetangga mengaku tidak keberatan. Azizah (28), warga setempat mengatakan, tetangga memperbolehkan Dulmatin dimakamkan di Pemalang, karena ia berasal dari Pemalang.
Dia orang asli Petarukan, jadi ya tidak masalah dimakamkan di kampung halamannya, kata Waluyo (45) salah seorang tetangga. Sementara menurut Sobirin (50), tetangga lainnya, setelah lulus SMA, Dulmatin juga diketahui pernah menjadi petani dan makelar kend araan di Pemalang. Namun setelah itu, ia tidak mengetahui keberadaannya.
