Jakarta, Kompas -
Menurut Boy, dalam pemeriksaan terungkap, pengemudi mobil Toyota RAV4 bernomor polisi B 8095 NL yang mengalami kecelakaan tunggal adalah Nicholas (15). Ia mengalami luka gegar otak dan sampai sekarang masih dalam perawatan di sebuah rumah sakit.
Data di kepolisian menunjukkan, mobil RAV4 buatan tahun 2006 tersebut diimpor dari importir umum, bukan agen tunggal pemegang merek. Mobil itu diimpor dari Jepang.
Pemanggilan pihak Toyota Indonesia, lanjut Boy, berkaitan dengan keahliannya dalam bidang otomotif, terutama karena mobil itu bermerek Toyota.
”Peran pihak Toyota hanya sebagai saksi ahli,” katanya. Adapun pihak dinas perhubungan dimintai keterangannya berkaitan dengan rambu-rambu lalu lintas.
Boy mengakui, polisi belum meminta keterangan Nicholas karena yang bersangkutan masih dalam perawatan.
Kecelakaan tunggal mobil Toyota berpenumpang lima orang itu terjadi setelah mobil melaju kencang dari arah Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, menuju jembatan Kuningan menjelang tengah malam.
Nicholas diduga kehilangan kendali di ujung jembatan yang terdapat pecahan jalan, satu ke arah Jalan Sumenep dan satu lagi ke Jalan Cokroaminoto, Menteng. Mobil itu lalu menabrak trotoar dan pagar tembok rumah di Jalan Sumenep Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat.
Tiga penumpang mobil tewas adalah Rio Hartanto Wijaya (19), warga Kedoya Baru; Nikita Putri (18), warga Jalan Puspa; dan Erfin Januar Tantriadi (17), warga Taman Ratu Indah. Korban luka adalah Lysia (16), warga Taman Kosmos, dan Nicholas, warga Tanah Baru. Semua korban berstatus pelajar.
Sudaryono, pemilik warung di sekitar Jembatan Kuningan, menyatakan, sebelum kecelakaan, ia mendengar bunyi rem berdecit diikuti benturan keras, lalu mobil menabrak pagar. Mobil berhenti dengan posisi terbalik. Petugas Ditlantas Polda Metro Jaya, Bripda Rahman, memperkirakan pengemudi dan penumpang mobil tak mengenakan sabuk pengaman.
