Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:13 WIB
Wajah Dulmatin Bersih dan Wangi
Hendra Gunawan | msh | Jumat, 12 Maret 2010 | 05:31 WIB
|
Share:
KOMPAS Images/KRISTIANTO PURNOMO Polisi membawa peti berisi jenazah gembong teroris Dulmatin alias Joko Pitono di RS Polri Sukanto, Jakarta, Kamis (11/3/2010). Jenazah Dulmatin dibawa pulang ke kampung halamannya di Desa Loning, Kelurahan Petarukan, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO

JAKARTA, KOMPAS.com — Ratusan pelayat menyambut jenazah Dulmatin dengan takbir "Allahu Akbar" saat ambulans yang membawa tersangka teroris tersebut tiba di kediaman orangtuanya di Kelurahan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jumat (12/3) dini hari sekitar pukul 03.15.

Jenazah  sampai di rumah orangtua Dulmatin setelah menempuh perjalanan selama lebih  kurang tujuh jam dari RS Polri Soekanto, Jakarta, ke  Petarukan. "Allahu akbar, Allahu akbar," teriak para pendukung Dulmatin alias Joko Pitono alias Amar Usman.

Mereka yang terdiri dari sejumlah perkumpulan jemaah Islam telah berada di kediaman H Jazuli Arwan, ayah tiri Dulmatin, sejak Kamis malam.  Saat ambulans berada di depan rumah, mereka langsung berebut untuk turut menggotong peti mati berisi jasad Dulmatin ke dalam rumah.

Wartawan yang berusaha mengabadikan pun hanya dibatasi sampai di jalan depan rumah.
Kemudian, peti tersebut diangkat ke dalam rumah. Tutup peti pun dibuka dan para pelayat dipersilakan untuk terakhir kalinya melihat jenazah. Mereka harus antre karena terlalu banyak pelayat.

"Wajahnya  terlihat bersih dan bau wangi," kata Muhtarom, seorang pelayat, seusai melihat jenazah tersebut.

Sumber :
Persda Network