JAKARTA, KOMPAS.com — Kebakaran yang terjadi di pabrik sandal Swallow di Jakarta Barat masih berlangsung hingga Jumat (12/3/2010) pagi sejak Kamis sore dan petugas Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat masih berada di lokasi untuk memadamkan.
"Kebakaran masih terjadi karena masih ada api yang menyala. Sekarang masih pendinginan," kata salah seorang petugas di Sudin Pemadam Kebakaran Jakarta Barat, Sulaiman, yang dihubungi di Jakarta, Jumat pagi.
Sulaiman mengatakan, kebakaran sulit untuk dipadamkan karena banyaknya bahan kimia dan bahan sandal dalam pabrik tersebut. Pabrik sandal yang beralamatkan di Jalan Kamal Raya 34, Jakbar, itu mulai terbakar sekitar pukul 16.00, Kamis (11/3/2010).
Sulaiman mengatakan, 21 mobil pemadam kebakaran dari Sudin Pemadam Kebakaran Jakbar masih berada di lokasi kebakaran untuk memadamkan api.
"Petugas pengganti juga sudah berada di lokasi," katanya.
Mengenai jumlah korban, dia mengatakan, belum ada informasi terakhir yang didapat dari lokasi. "Jumlah korban yang berhasil diselamatkan masih enam orang," katanya.
Sulaiman tidak bisa memperkirakan kapan kebakaran bisa benar-benar dipadamkan.
Sebelumnya, Kepala Sudin Pemadam Kebakaran Jakbar Sujadi mengatakan, pihaknya telah berhasil menyelamatkan sedikitnya enam korban dari dalam bangunan pabrik.
"Dua orang terluka dan telah kami bawa ke rumah sakit, sedangkan empat lainnya bisa kami selamatkan," katanya di lokasi kejadian.
Sujadi mengatakan, pihaknya sulit memadamkan kebakaran tersebut karena dalam pabrik tersebut terdapat bahan-bahan kimia yang mudah terbakar. Selain itu, dalam pabrik Swallow tersebut terdapat bahan-bahan pembuat sandal yang menumpuk banyak sehingga menyulitkan api untuk padam.
"Bahan-bahan di dalam pabrik bertumpuk-tumpuk tinggi dan mudah terbakar sehingga meski di satu tempat sudah padam, tumpukan bahan di bawahnya masih terbakar, akhirnya terbakar kembali," kata Sujadi.


