Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 00:22 WIB
Pasar Prumpung Diserbu Mainan Produk China
Wahyu Satriani Ari Wulan | Abi | Sabtu, 13 Maret 2010 | 12:55 WIB
|
Share:

KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Pedagang sejumlah produk asal China menunggu kedatangan pelanggan di lapaknya di bawah Jembatan Layang Asemka, Jakarta Barat. Konsumen banyak yang mencari barang-barang asal China karena harganya relatif terjangkau.

JAKARTA, KOMPAS.com — Walau genderang Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) baru ditabuh awal tahun ini, mainan anak-anak berbendera China berharga miring semakin membanjiri pasar mainan di Ibu Kota. Bahkan sejak diberlakukan ACFTA, harga mainan itu semakin murah sehingga produk lokal semakin terpinggirkan karena kalah bersaing.

Dampak perdagangan bebas ini mulai dirasakan pedagang mainan di Pasar Prumpung, Jatinegara, Jakarta Timur, dengan menurunnya harga mainan dari China dan jumlah barang yang semakin meningkat.

Surya, salah seorang pedagang mainan di Pasar Prumpung, mengatakan, produk mainan dari China semakin meningkat, bahkan hampir seluruh barang dagangannya berasal dari China. Awal tahun ini, barang-barang dari China semakin banyak yang masuk. Akibatnya, harga sejumlah mainan yang dipasarkan juga semakin menurun. Salah satunya, harga mobil remote control relatif menurun hingga 10 persen, dari yang tadinya mencapai rata-rata Rp 95.000 sekarang bisa mencapai Rp 70.000 ataupun Rp 80.000.

"Itu yang paling diminati. Apalagi kalau membeli dalam partai besar, harganya bisa tambah murah," ujar Surya, saat ditemui di Pasar Prumpung, Jakarta, Sabtu (13/3/2010). Produk-produk asing ini kebanyakan dibuat sesuai selera masyarakat Indonesia. Meski kualitas produk lokal tidak kalah, tetapi karena harga produk China lebih lebih rendah maka masyarakat pun lebih memilih mainan asal China. Selain mobil-mobilan, mainan lain yang diminati karena harganya murah adalah pistol-pistolan dan boneka.