JAKARTA, KOMPAS.com — Banyaknya mainan dari China yang menyerbu Indonesia pascapenerapan Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China (ACFTA) menguntungkan para konsumen. Pasalnya, harga mainan menjadi lebih murah dan bentuknya juga lebih bervariasi.
Muchdar, salah seorang penjual mainan di Pasar Prumpung, Jatinegara, Jakarta, mengatakan, sejak awal tahun pembeli yang datang ke pasar semakin meningkat.
"Ini karena harga mainan di pasar ini jauh lebih murah dibandingkan di pusat-pusat perbelanjaan lainnya," ujar Muchdar saat ditemui di Pasar Prumpung, Jakarta, Sabtu (13/3/2010). Adatnya, kata Muchdar, para pembeli itu tidak mementingkan kualitas mainan yang dibeli.
Hal senada diungkapkan salah satu pembeli, Sumiyati, yang lebih mementingkan harga ketimbang kualitas. Ia juga mengatakan tidak terlalu mementingkan produk China ataupun produk lokal. "Enggak tahu produk lokal atau China, yang penting murah. Kalau kualitas, mah, namanya mainan anak, paling ujung-ujungnya juga rusak."
Pembeli lainnya, Yati, ibu tiga anak ini mengaku tertarik dengan mainan asal China karena harganya yang relatif murah dan jenisnya yang beragam. "Sebenarnya sih sudah tahu dari berbagai berita, namun toh pemerintah enggak melarang, ya sudah beli saja," ujar Yati. Menurutnya, anak-anak juga lebih tertarik pada mainan China dibandingkan mainan lokal karena dinilai lebih bagus desainnya.


