Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 19:41 WIB
"Sound System" Jadi Kendala Pemanfaatan Kota Tua
Icha | acandra | Sabtu, 13 Maret 2010 | 15:13 WIB
|
Share:

Kompas.com/Egidius P

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemasangan alat pengeras suara dengan kekuatan melebihi 20.000 watt di kawasan Wisata Kota Tua dapat merusak bangunan bersejarah yang tersebar di kawasan tersebut.

Demikian diungkapkan perwakilan Pemprov DKI Jakarta Candarian Attahiyyat saat menjadi pembicara dalam workshop "Creative Programme Development and Management of Creative Spaces" yang digelar British Council di Jakarta, Sabtu (13/3/2010).

"Kaca-kaca bangunan tua bisa bergetar karena pengeras suara," katanya.

Oleh karena itulah, menurut Candarian, pemasangan alat pengeras suara menjadi salah satu kendala jika ingin memanfaatkan wisata Kota Tua sebagai ruang terbuka publik dengan menggelar acara-acara di kawasan tersebut. Selain pemasangan pengeras suara, kendala penyelenggaraan kegiatan di Kota Tua lainnya adalah kondisi cuaca.

"Karena acara yang digelar di sini kebanyakan outdoor, musim hujan Desember sampai Februari, Taman Fatahillah ini tidak ada peminatnya. Cuaca terik juga jadi masalah," katanya.

Aksebilitas menuju Kota Tua serta lahan parkir kendaraan yang sempit juga menjadi kendala berikutnya. Dengan demikian, Candarian menyarankan, jika ingin menggelar acara di Taman Fatahillah yang luasnya 11.590 meter persegi dengan kapasitas pengunjung 20.000 orang tersebut, sebaiknya mengambil waktu sore hingga malam hari.

"Untuk menghindari panas matahari, dan pengunjung banyak datang jam 12 siang lewat," katanya. Jangan lupa, lanjut Candarian, arahkan pengeras suara pada bangunan yang tidak rawan getaran agar tidak merusak.

Selain itu, manfaatkan Jalan Kali Besar Barat serta lahan BNI 46 di kawasan tersebut untuk parkir tambahan. Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membuka kawasan Kota Tua sebagai ruang terbuka publik dengan memperbolehkan masyarakat menyewa kawasan tersebut untuk menggelar suatu acara. Hal itu dimaksudkan untuk menjadikan Kota Tua sebagai kawasan industri kreatif.