KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Petugas memadamkan sisa api dalam kebakaran di Pabrik Sandal Swallow, Kamal Raya, Jakarta Barat, Jumat (12/3/2010). Dari kebakaran yang terjadi sejak Kamis sore, dikabarkan sejumlah pekerja pabrik diduga terjebak dan belum diketahui nasibnya.
JAKARTA, KOMPAS.com — Penyebab kebakaran yang menimpa pabrik sandal PT Sinar Jaya Perkasa di RT 06/RW 02 Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakbar, Kamis (11/3/2010), masih diselidiki. Hal itu dikemukakan Anton, bagian HRD PT Sinar Jaya Perkasa, Sabtu (13/3/2010).
Menurut Anton, pihak pabrik meminta maaf karena belum bisa memberikan penjelasan seputar penyebab kebakaran. Pihak manajemen juga belum mengunjungi keluarga korban yang meninggal. Alasannya, siapa-siapa saja yang meninggal dunia hingga saat ini belum jelas dan resmi.
Reporter radio Sonora, Liliek, melaporkan dari lokasi bahwa penyebab kebakaran pabrik sandal tersebut hingga saat ini masih diselidiki. "Kenapa lama (kebakaran) karena di pabrik ini ada bahan-bahan yang mudah terbakar, seperti karet," katanya.
Menurut Kepala Suku Dinas Kebakaran Jakarta Barat Sujadi, kebakaran yang menghabiskan seluruh pabrik tersebut merupakan kejadian kelima. Sebelumnya, kebakaran pernah terjadi, tetapi bisa diatasi dengan baik menggunakan fasilitas hidran di dalam pabrik.
Ketika hal ini ditanyakan kepada Anton, dia hanya menjawab bahwa di pabrik ini terdapat banyak bahan yang mudah terbakar. Padahal, pihak pabrik menyadari hal ini dan telah menyiapkan karyawan yang siap bekerja jika ada percikan api.
Perihal petugas pemadam kebakaran kesulitan air, Anton pun membantahnya. Alasannya, di pabrik ini terdapat 20 titik hidran dan semuanya berfungsi. "Selain itu ada 216 alat pemadam api ringan," kata Anton.
Mengenai santunan kepada korban meninggal, Anton mengatakan bahwa pihak perusahaan dalam waktu dekat akan mengadakan rapat membahas perihal santunan.
Hingga berita ini diturunkan, pencarian korban kebakaran dihentikan. Namun, saat hari mulai gelap, api belum benar-benar padam di bekas lokasi kebakaran. Bara api masih terlihat di tengah-tengah gedung berlantai tiga itu, meski petugas terus-menerus menyemprotkan air ke titik api. Petugas pemadam pun masih siaga di lokasi.


