Jumat, 10 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 10 Februari 2012 | 19:30 WIB
Fauzi Sempat Cukur Janggut
| made | Sabtu, 13 Maret 2010 | 22:20 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Anggota Densus 88 memeriksa jenazah yang diduga anggota teroris yang ditembak dalam penggerebekan di Gang Asem, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (9/3/2010). Penyergapan dengan baku tembak senjata ini mengakibatkan 2 orang anggota teroris tewas.

JAKARTA, KOMPAS.com — Fauzi Syarief, yang ditengarai ikut berperan dalam kasus terorisme di Pamulang, sempat mencukur janggut khasnya di Puskesmas Karang Tengah, Ciledug, Selasa (9/3/2010) pukul 15.00, sehari sebelum penggerebekan di rumahnya.

"Dicukur sendiri aja. Kalau enggak salah pukul 3 sore," ujar pedagang yang tak mau disebutkan namanya di kawasan Puskesmas Karang Tengah, Ciledug, Sabtu (13/3/2010).

Sebelum dipotong, janggut Fauzi, Kepala Tata Usaha (TU) Puskesmas Karang Tengah, panjang sampai menutupi leher. "Janggutnya segini," katanya sambil menunjukkan tangannya ke leher.

Di puskesmas tersebut, Fauzi dikenal sebagai karyawan yang taat beribadah. Setiap mendengar azan, ia langsung menghentikan pekerjaannya untuk shalat. Kepada para pedagang di sekitar puskesmas, Fauzi juga akrab. Terkadang, Fauzi juga mengobrol dengan para pedagang.

Para pasien di Puskesmas Karang Tengah juga sudah mendengar bahwa Fauzi adalah salah satu orang yang diamankan Densus 88 saat Dulmatin cs tewas di Pamulang. "Saya dengar, tapi saya kurang jelas juga, dia terlibat juga kan. Di TV kan begitu," ujar Asti, seorang ibu yang mengantre berobat.

Banyak pasien yang mengenal dr Fauzi, tak terkecuali pasien tersebut. Menurutnya, dr Fauzi berbadan tinggi, kurus, dan berkacamata. "Yang ngelayanin pasien bukan dia, tapi anak buahnya," ujarnya. (Persda Network/wan)

Dicukur sendiri aja. Kalau enggak salah pukul 3 sore.
Sumber :
Persda Network