JAKARTA, KOMPAS.com - Korban tewas dalam peristiwa kebakaran Pabrik Sandal Jepit Swallow, Kamis lalu (11/3/2010) dikarenakan keracunan gas karbondioksida.
Korban yang bernama Parngat diduga menghirup gas karbondioksida berlebih saat berada di dalam lokasi kebakaran. Hal ini kemudian diperkuat oleh pernyataan dari ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Munim Idris ketika bertemu dengan keluarga korban di bagian instalansi forensik, Minggu (14/3/2010).
"Dia meninggal karena keracunan gas CO2." ucap Munim. Selain itu, Munim juga menegaskan bahwa tulang belulang tersebut memang milik Parngat. "Karena tulangnya besar dan memang struktur tulang laki-laki." imbuh Munim.
Seperti yang telah diberitakan, kebakaran pabrik sandal jepit ini telah menewaskan 4 orang dan hari ini usaha memadamkan api masih terus dilakukan. Kedua korban yang bernama Lyana dan Rusli Karmoko sudah dijemput keluarga dari RSCM. Sedangkan, dua korban yang baru ditemukan tadi siang masih berada di RSCM hingga saat ini.

