Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 02:43 WIB
Wah, Bekasi Punya Alat Penyeberangan Modern
| hertanto | Selasa, 16 Maret 2010 | 08:36 WIB
|
Share:

Berita Jakarta
Ilustrasi

BEKASI, KOMPAS.com — Dinas Perhubungan Kota Bekasi, Jawa Barat, berencana akan memasang sejumlah penyeberangan bagi pejalan kaki manual guna mempermudah masyarakat menyeberang pada ruas jalan yang memiliki intensitas lintasan kendaraan cukup tinggi.

Kepala Seksi Angkutan Orang dan Barang Dishub Kota Bekasi Tri Adiyanto di Bekasi, Selasa (16/3/2010), mengatakan, tempat penyeberangan dengan fasilitas tombol lampu lalu lintas manual itu dapat dioperasikan sendiri sepihak oleh pejalan kaki.

"Konsepnya mirip seperti di Singapura dan negara maju lainnya. Dengan demikian, bagi pejalan kaki yang hendak menyeberang jalan dapat mengoperasikan lampu lalu lintas dengan cara menekan tombol lampu hijau," katanya.

Menurut dia, operasional mesin tersebut tidak serta-merta mengganggu lalu lintas sebab dilengkapi dengan mesin penghitung waktu. Rata-rata sekali pencet tombol pejalan kaki diberi waktu maksimal 20 detik hingga lampu lalu lintas kembali berwarna merah.

Mesin senilai Rp 200 juta per unit tersebut, kata dia, rencananya akan dipasang perdana pada tahun ini di kawasan Jalan Raya Ahmad Yani, Bekasi Barat, tepat di depan Kantor Samsat yang berhadapan dengan GOR Bekasi.

"Sebab, jalan itu termasuk sebagai kawasan tertib lalu lintas dengan jumlah lintasan kendaraan yang cukup padat," katanya.

Rencananya, mesin tersebut akan kembali ditambah pada tahun berikutnya di ruas Jalan Raya KH Noer Ali dan Jalan Ir H Juanda, Bekasi Timur.

"Kita lihat saja. Apabila memang pengoperasian perdana di Jalan Ahmad Yani berjalan sukses, tentu akan dilanjutkan dengan wilayah padat lalu lintas lainnya," katanya.

Anggota Komisi A DPRD Kota Bekasi, Ariyanto Hendrata, mengatakan, fasilitas tersebut perlu mendapat perhatian khusus dari pihak yang bertanggung jawab.

"Sebab, sumber keuangannya kami peroleh dari rakyat. Jangan sampai mesin itu hanya bertahan selama beberapa tahun saja tanpa ada perawatan," kata politisi dari Partai Keadilan Sejahtera tersebut.

Pihaknya mendukung inisiatif itu dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan terhadap warga. Sebab, belakangan ini sejumlah tempat bagi pejalan kaki di Kota Bekasi mulai tidak terawat dan kerap dijadikan sebagai tempat berdagang sejumlah pedagang kaki lima liar.

"Seperti di sekitar Stasiun Kota Bekasi, Jalan Agus Salim, Bekasi Timur, dan beberapa kawasan lainnya," kata Ariyanto.

Sebab, jalan itu termasuk sebagai kawasan tertib lalu lintas dengan jumlah lintasan kendaraan yang cukup padat
Sumber :
ANT