KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
Anggota Densus 88 memeriksa jenazah yang diduga anggota teroris yang ditembak dalam penggerebekan di Gang Asem, Kelurahan Pamulang Barat, Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (9/3/2010). Penyergapan dengan baku tembak senjata ini mengakibatkan 2 orang anggota teroris tewas.
JAKARTA, KOMPAS.com - Pihak Rumah Sakit Polri Sukanto, Kramat Jati, Jakarta Timur masih membutuhkan dan menunggu data dan identitas fisik dari jenazah Hasan Nour. Hasan merupakan salah satu tersangka teroris yang tewas dalam penyergapan Densus 88 Antiteror di Gang Asem, Pamulang, Tangerang Selatan, Selasa (9/3/2010) lalu.
Hingga saat ini masih belum ada pihak keluarga yang mengklaim Hasan sebagai anggota keluarganya. Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Sukanto, Brigjen Pol Budi Siswanto mengatakan pihaknya masih menunggu informasi dari penyidik Polri terkait siapa keluarga dari Hasan.
"Memang belum ada sampai sekarang. Soal pihak keluarga itu kan tergantung penyidik. Karena penyidik yang mencari tahu soal keluarga," tuturnya saat dihubungi Kompas.com, Selasa (16/3/2010).
Disinggung mengenai kemungkinan jenazah Hasan diserahkan kepada Dinas Sosial untuk dimakamkan jika tidak ada keluarga yang mengakui, ia mengatakan masih menunggu prosedur waktu. "Kalau crime biasa itu kan seminggu. Ini kan extraordinary crime, paling tidak butuh dua minggu. Kalau tidak ada juga keluarganya, baru polisi menyerahkan ke rumah sakit. Nanti rumah sakit akan menyerahkan kepada Dinas Sosial mengenai urusan pemakamannya," tuturnya.
Sebelumnya, pekan lalu Budi juga sudah mengatakan, jika dalam waktu sekitar seminggu tidak ada keluarga dari Hasan, maka jenazahnya akan diurus Dinas Sosial untuk dimakamkan.
Sementara mengenai dua jenazah lainnya, yakni Enceng Kurnia dan Pura Sudarma, Budi membenarkan jika pihak keluarga keduanya sudah datang dan memberikan sejumlah data identitas fisik termasuk uji DNA. "Tapi kan memang butuh waktu untuk proses pencocokan," terangnya.
Ia menjelaskan, proses tersebut membutuhkan waktu setidaknya satu minggu setelah data diberikan. "Setelah itu bisa diambil keluarga untuk dimakamkan," tuntasnya.
Seperti yang diberitakan, Enceng Kurnia dan Pura Sudarma merupakan tersangka teroris yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Aceh pada Jumat lalu. Keduanya tewas saat terkena razia polisi ketika dalam perjalanan menuju Meulaboh menggunakan mobil angkutan berjenis L 300. Enceng dan Pura tewas di tangan anggota Mapolsek Leupung, sementara delapan tersangka lainnya diamankan polisi dalam keadaan hidup.


