Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 08:15 WIB
Cerita Kebakaran Pabrik Swallow Belum Berakhir
RIAN | wah | Selasa, 16 Maret 2010 | 15:51 WIB
|
Share:
KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Petugas memadamkan sisa api dalam kebakaran di Pabrik Sandal Swallow, Kamal Raya, Jakarta Barat, Jumat (12/3/2010). Dari kebakaran yang terjadi sejak Kamis sore, dikabarkan sejumlah pekerja pabrik diduga terjebak dan belum diketahui nasibnya.

KOMPAS.com - Kebakaran hebat yang terjadi hari Kamis (11/3/2010) lalu menghanguskan pabrik sandal jepit merek Swallow milik PT Sinar Jaya Perkasa yang terletak di RT 06/RW 02 Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kali Deres, Jakarta Barat. Kebakaran cepat meluas karena banyak bahan kimia dan tumpukan karet di pabrik tersebut.

Saking hebatnya kebakaran tersebut, titik api yang muncul begitu banyak. Upaya pemadaman yang segera dilakukan oleh tim pemadam kebakaran baru dapat benar-benar mematikan semua titik api lima hari kemudian pada Senin (15/3/2010).

Berdasarkan data yang dihimpun, kebakaran ini memakan korban tewas sebanyak 4 orang dan kerugian materi yang belum dapat dipastikan jumlahnya. Korban tewas tersebut adalah Lyana (24), staf keuangan pabrik, Rusli Karmoko (72), kepala gudang, Parngat (62), pensiunan pemadam kebakaran yang bekerja sebagai keamanan pemadam kebakaran pabrik, dan Andriati Wiratningsih (29), staf keuangan pabrik.

Keempat korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tubuh yang tak dapat dikenali dengan jelas karena jasadnya bercampur dengan puing-puing sisa karet yang terbakar. Bahkan, beberapa hanya ditemukan tulang-belulangnya saja dan dikenali dari aksesoris yang melekat di tubuh.

Jasad Lyana dan Rusli ditemukan hari Sabtu (13/3/2010) dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk diotopsi. Keesokan harinya, Minggu (14/3/2010) kedua jenazah dijemput keluarganya untuk segera dilakukan upacara pelepasan.

Sore harinya, kedua korban tewas lainnya yang sudah berupa tulang belulang tiba di RSCM. Awalnya, tulang belulang tersebut diakui milik Parngat dan Andriati tapi ternyata hanya sebagian kecil yang merupakan tulang Andriati. Jenazah Parngat sendiri baru ditemukan Senin (15/3/2010) dan langsung dibawa keluarganya untuk segera dimakamkan di Purworejo, Jawa Tengah.

Sisa dari tulang tersebut masih belum diketahui milik siapa karena hingga saat ini belum ada keluarga yang datang ke RSCM atau melapor kehilangan anggota keluarganya. Sampai saat ini, tulang-belulang tersebut masih misterius dan tersimpan di ruang pemulasaraan RSCM.

Beberapa cerita pilu dari keluarga korban mewarnai peristiwa ini. Seperti telah diberitakan, Lyana sedianya akan menikah tahun ini dan Andriati sedang hamil tua anak keduanya. Parngat juga merupakan pejuang tangguh yang harus meregang nyawa saat berusaha menyelesaikan tugasnya.

Sejak kemarin, tim evakuasi sudah menghentikan pencarian korban di lokasi kejadian. Tim pemadam pun telah berhasil memadamkan api yang akhirnya melalap habis pabrik tersebut. Sampai sekarang, penyebab kebakaran tersebut pun masih misterius.