KOMPAS/AGUS SUSANTO
Ilustrasi
BOGOR, KOMPAS.com — Empat korban meninggal dunia akibat longsoran sampah di Tempat Pembuangan Akhir Galuga, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, yang terjadi pada Selasa (16/3/2010), Rabu (17/3/2010) pagi ini dimakamkan.
Suasana duka terlihat pada keluarga dan kerabat saat para korban dimasukkan dalam liang lahat di Tempat Pemakaman Umum Moyan, Desa Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Bogor.
Dua korban yang dimakamkan di TPU Moyan adalah Wahyu (16), warga RT 08 RW 05, Kampung Lalamping, Desa Galuga, dan Tirta (12), warga dari kampung yang sama. Mereka dimakamkan pukul 09.00 WIB.
Sedangkan dua korban meninggal lainnya, yakni Yanto (13), warga RT 09 RW 05, Kampung Sinarjaya, Desa Galuga, dan Komarudin (14), warga RT 02 RW 04, Kampung Cimangir, Desa Dukuh, Kecamatan Cibungbulang, dimakamkan di pemakaman umum desa setempat pukul 07.00.
Salah satu dari tujuh korban luka-luka lainnya akibat longsor itu, yakni Titin (45), warga Kampung Cisasak, Desa Cijujung, yang sedang dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Leuwiliang, dilaporkan dalam kondisi kritis.
"Korban Titin lukanya serius karena kepalanya tertimpa reruntuhan," kata Kepala Polres Bogor Tomex Koerniawan.
Pihaknya juga sedang melakukan pengecekan melalui jajarannya mengenai adanya informasi bahwa korban Titin sudah meninggal dunia. "Kami akan cek lagi informasi itu," katanya.
Enam korban lainnya, yakni Muhamad Yani (26), warga Kampung Sinarjaya; Wardi (16), warga Kampung Cimangir; Endang (13), warga Desa Galuga; Heri (15), warga Kampung Sinarjaya; Irfan (11), warga Kampung Lalamping; dan Imam (15), warga Kampung Lalamping, sudah diperbolehkan pulang dari RSUD Leuwiliang setelah mendapatkan perawatan.
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Selasa (16/3/2010) mengakibatkan longsor sampah di TPA Galuga sehingga empat pemulung tewas dan tujuh orang luka-luka.
Sekretaris Taruna Siaga Bencana Kabupaten Bogor Suhandri menyebutkan, longsor terjadi sekitar pukul 16.30 WIB.
Kepala Polres Bogor Tomex Koerniawan menyatakan, saat ini kegiatan di TPA Galuga ditutup untuk sementara waktu karena dikhawatirkan akan jatuh korban lagi.
Longsor di TPA Galuga sudah terjadi dua kali, yakni pada Januari 2002 dan 20 Februari 2010, tetapi tidak menimbulkan korban jiwa.


