Sopir diduga mengemudikan bus dengan kecepatan tinggi sehingga kendaraan dengan 58 penumpang itu keluar dari jalur.
Korban tewas dalam kecelakaan bus PO Jaya bernomor polisi AE 7159 US tersebut adalah Arifin Sembiring (55) (sopir), Denta Arta Wijaya (22), Kasiran (60), Qoirin (25), Slamet Setiawan (40), Sumarno (30), Wagimin (55), dan tiga orang lainnya belum dikenali karena tanpa identitas. Korban yang telah diidentifikasi dipulangkan ke rumah duka oleh kepolisian.
Korban tewas dan 34 penumpang bus yang luka-luka dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soewondo, Kendal, Rumah Sakit Islam Muhammadiyah, Weleri, Kendal, dan beberapa pusat kesehatan masyarakat terdekat.
Satu jam sebelumnya, sekitar delapan kilometer dari lokasi tabrakan bus dan truk, tepatnya di jalur Poncowati-Plelen, Alas Roban, Batang, sebuah truk trailer bernomor polisi B 9368 OH yang juga bermuatan besi terguling akibat rem blong. Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 21.00 ini mengakibatkan lima remaja punk yang menumpang truk itu tewas.
Kelima korban tewas adalah M Yainur Rifai (17), warga Surabayan, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan; Slamet Romadhon (20), warga Kelurahan Tirto, Kecamatan Barat, Kota Pekalongan; Fenia Agustin (17), warga Pekalongan; serta M Rizqon (19) dan Angga (17), keduanya warga Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.
Kepala Kepolisian Resor Batang Ajun Komisaris Besar Achmad Luthfi, Rabu, mengatakan bahwa pengemudi bus PO Jaya memang mengemudi dengan ugal-ugalan. ”Sejumlah penumpang sudah mengingatkan sopir sebelum kecelakaan,” tutur Achmad Luthfi.
Suyatmo (40), salah seorang penumpang yang dirawat di RSUD Dr Soewondo, menjelaskan, bus PO Jaya sudah melaju kencang sejak dari Weleri, Kendal, sebelum akhirnya terguling dan ditabrak truk trailer dari arah yang sama.

