Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:10 WIB
Dua Bulan Marlin "Terkurung" di Tanjung Barat
Inggried Dwi Wedhaswary | mbonk | Kamis, 18 Maret 2010 | 13:13 WIB
|
Share:
INGGRIED DWI W Ratusan TKW asal Nusa Tenggara Timur yang ditampung di penampungan PT MMJA, meminta dipulangkan ke kampung halaman karena tak kunjung ada kejelasan mengenai pemberangkatan mereka ke Malaysia.

JAKARTA, KOMPAS.com — Nasib ratusan calon tenaga kerja wanita atau TKW asal Nusa Tenggara Timur terkatung-katung di sebuah rumah  penampungan di kawasan Tanjung Barat, Jakarta Selatan. Mereka dijanjikan oleh PT MMJA untuk dipekerjakan di Malaysia. Namun, sudah berbulan-bulan, janji pekerjaan tidak kunjung terealisasi.

Marlin, salah seorang tenaga kerja yang ditemui Kompas.com di tempat penampungan, Kamis (18/3/2010), menuturkan, ia telah meninggalkan kampung halamannya di Sumba selama lima bulan. Awalnya, mereka dijanjikan akan diberangkatkan setelah dua minggu mengikuti pelatihan.

"Nyatanya, sudah tiga bulan pelatihan di Kupang dan dua bulan ditampung di Jakarta, nasib kami belum jelas juga. Kami minta kembali saja," kata Marlin.

Pihak perusahaan mengaku, keterlambatan pemberangkatan karena ada kebijakan politik antara Pemerintah Malaysia dan Indonesia yang menghentikan sementara waktu pengiriman tenaga kerja informal dari Indonesia ke Malaysia.

Hari ini, sejumlah perwakilan masyarakat Sumba mendatangi Kantor PT MMJA menuntut kejelasan nasib ratusan calon TKW tersebut. Hingga berita ini diturunkan, proses negosiasi dan penjelasan dari pihak perusahaan ke keluarga besar masyarakat Sumba tengah berlangsung.