Minggu, 12 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Minggu, 12 Februari 2012 | 03:28 WIB
Saluran Listrik Buruk, Picu Kebakaran Tambora
Wahyu Satriani Ari Wulan | hertanto | Kamis, 18 Maret 2010 | 13:42 WIB
|
Share:
KRISTIANTO PURNOMO Ilustrasi

JAKARTA, KOMPAS.com — Buruknya saluran arus listrik di kawasan Tambora menjadi penyebab utama seringnya terjadi kebakaran di daerah ini. Pasalnya, sebagian besar warga di daerah ini menggunakan kabel listrik yang tidak sesuai dengan standar.

"Daerah kumuh seperti ini kan identik dengan orang kurang mampu. Karena kurang mampu, mereka menggunakan kabel yang enggak sesuai dengan standar PLN," kata Lurah Kampung Krendang, Bir Ali, saat ditemui di Kampung Krendang, Jakarta, Kamis (18/3/2010). Menurut Ali, kebakaran yang terjadi di kawasan ini umumnya disebabkan oleh hubungan pendek arus listrik.

Di sisi lain, padatnya rumah penduduk di kawasan ini juga memicu terjadinya kebakaran. Kondisi ini semakin parah karena sebagian besar rumah di daerah ini juga digunakan untuk industri, seperti konveksi ataupun industri plastik. Tak pelak, saat terjadi kebakaran, api menjadi cepat menjalar dan melahap rumah warga.

"Ini saking padatnya rumah, jadi api lebih cepat merembet. Tambora itu daerah paling padat se-Asia Tenggara. Pemadam kebakaran juga sulit masuk karena jalanannya sempit," ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kasi Sektor Tambora Sudin Damkar Jakarta Barat Sugino. Menurut dia, kebakaran yang sering terjadi di daerah ini disebabkan oleh oknum warga yang kurang disiplin terkait dengan masalah listrik.

"Ini oknumnya saja. Mungkin penyambungan kurang baik. Kabel enggak sesuai dengan standar, kadang ada juga yang asal nyambung," ucapnya.

Untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran, pihaknya rajin melakukan penyuluhan kepada warga.