JAKARTA, KOMPAS.com — Siti Paria tampak gemetar. Sambil menggendong putrinya, Rohmani yang masih berusia 8 bulan, mata perempuan 29 tahun ini tampak sembab pertanda sehabis menangis.
Hanya dalam tempo 30 menit, rumahnya di RT 04 RW 04, Kelurahan Kampung Krendang, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, ludes dilahap si jago merah. Peristiwa ini menyisakan kepedihan dan kepiluan di hati Pia, demikian dia akrab disapa. Harta benda pun tak sempat diselamatkannya. Hanya baju di badan yang tersisa, serta harta yang paling berharga, yakni nyawa.
"Sudah enggak punya apa-apa lagi. Cuma baju yang melekat di badan saja. (Baju) Si anak juga cuma tinggal ini yang dipakai saja," kata Pia ketika ditemui Kompas.com di Kampung Krendang, Kamis (18/3/2010).
Sekitar pukul 09.00 WIB, si jago merah mulai melahap habis permukiman padat penduduk di Kampung Krendang. Ibu rumah tangga ini mengatakan, sebelum api mulai berkobar, dia sedang sarapan di lantai bawah.
Rumah Pia berukuran 3 x 5,5 meter persegi, terdiri dari tiga lantai. Seusai sarapan, dia kemudian menuju ke lantai tiga untuk menemui anak bungsunya yang tengah bermain.
"Untung saya di lantai tiga. Jadi saat api mulai berkobar, langsung deh saya selamatkan anak saya terus keluar rumah. Waktu itu ada yang teriak 'api-api'. Sudah sampai di luar, enggak berani masuk lagi," ungkapnya sambil menahan tangis.
Untuk menyambung hidupnya, Pia hanya mampu bergantung dari bantuan yang diberikan oleh pemerintah. Rencananya, dia akan membangun tenda di depan rumahnya yang ludes terbakar untuk bertahan hidup selama beberapa hari ke depan.
"Enggak tahu ini mau bagaimana. Mohon bantuan pemerintah saja," ujarnya dengan nada suara pelan.


