Sabtu, 11 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Sabtu, 11 Februari 2012 | 17:36 WIB
Anak-anak SD Bicara Terorisme
PURI | wah | Jumat, 19 Maret 2010 | 15:33 WIB
|
Share:

FRANS AGUNG
Anak-anak SD Menteng 01.

JAKARTA, KOMPAS.com — Tak selamanya persoalan-persoalan "berat" seperti terorisme hanya menjadi bahan perhatian dan pembicaraan para orang tua. Anak-anak sekolah dasar pun rupanya mempunyai perhatian khusus terhadap isu-isu sosial mengenai terorisme. Hal tersebut dibuktikan oleh anak-anak SDN 01 Menteng Jakarta, bekas sekolah Presiden AS Barack Obama semasa di Indonesia.

Siswa-siswi SD tersebut mengaku cukup mengikuti perkembangan isu-isu seputar terorisme di Indonesia. "Iya aku nonton kok beritanya di TV setiap kali ada penangkapan teroris," kata Alrido (10), salah seorang siswa kelas IV SDN 01 Menteng.

Hal tersebut diakui pula oleh salah seorang siswa lainnya, Dafa (10). "Iya, aku juga beberapa kali lihat berita penangkapannya. Menurut aku, para teroris itu jahat banget," ujar Dafa saat ditemui di SDN 01 Menteng, Jakarta, Jumat (19/3/2010).

Mengenai aksi kejahatan para teroris, kedua anak siswa SDN 01 Menteng tersebut memang mempunyai pendapat yang serupa, yakni menganggap para pelaku terorisme jahat dan layak mendapatkan hukuman. Namun, mengenai hukuman apa yang pantas dijatuhkan kepada para pelaku terorisme, Alrido dan Dafa rupanya punya pendapat berbeda.

Menurut Alrido, teroris layak dihukum mati atau paling tidak seumur hidup. "Teroris harusnya dihukum mati atau seumur hidup-lah atau ditembak mati langsung juga enggak apa-apa, kaya yang kemarin di Pamulang itu," ucap Alrido.

Menyanggah pendapat kawannya tersebut, Dafa memberikan pendapat berbeda. "Enggak, enggak harus dihukum mati-lah. Yang penting itu dihukum sesuai kesalahannya. Kalau emang pas diadilin keputusannya harus dihukum mati, baru boleh dihukum mati," ucap Dafa seraya meledek Alrido, kawannya.