JAKARTA, KOMPAS.com - PT Jasa Marga (Persero) Tbk, tengah membangun gerbang tol baru untuk menggantikan gerbang tol Taman Mini yang kini telah melebihi kapasitas pemakaian maksimum dalam melayani transaksi lalu lintas dari Bogor, Cibinong, dan Cibubur. Relokasi itu bertujuan meningkatkan pelayanan transaksi kepada para pengguna jalan tol khususnya di Jalan Tol Jagorawi.
Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk Okke Merlina dalam keterangan persnya, Jumat (19/3) menyatakan, sejak 12 Maret 2010, pengguna jalan tol mulai memakai lajur baru pada gerbang tol yang sedang dibangun di Km 18 + 600 m A, Cimanggis,. Pengalihan arus lalu lintas itu berlangsung dalam rangka penyelesaian pembangunan gerbang tol yang rencananya bakal selesai akhir April 2010.
Pemilihan lokasi gerbang tol disesuaikan dengan rencana pengembangan jaringan jalan tol radial (lingkar) yang mengelilingi Kota Jakarta. Tujuan relokasi untuk mereduksi antrean di Gerbang Tol Dukuh (arah Kampung Rambutan) dan T aman Mini Indonesia Indah (TMII) serta membantu pengguna jalan dalam mengurangi frekuensi transaksi bagi pengguna jalan tol asal Cibubur menjadi hanya sekali transaksi.
Gerbang tol baru memiliki 23 gardu transaksi, 5 gardu dibangun melintang (barrier) dan 18 gardu dibangun mir ing. Desain gardu miring itu adalah yang pertama di Indonesia untuk mengatasi kondisi lahan yang terbatas sekaligus mengefisienkan waktu serta biaya konstruksi gerbang tol tersebut.
Tahun 2009, Gerbang Tol TMII Utama yang dibangun tahun 1978 itu mengoperasikan 12 gardu dan melayani rata-rata 55.000 transaksi kendaraan per hari. Jumlah tersebut lebih rendah dari lalu lintas di gerbang tol baru yang rata-rata 58.000 kendaraan per hari. Sementara jumlah kendaraan yang melintas di Jalan Tol Jagorawi tahun 2009 rata-rata 330.000 kendaraan per hari. (Ida Setyorini/KOMPAS)

