Jumat, 25 Mei 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Jumat, 25 Mei 2012 | 01:28 WIB
Citarum Rendam Cikarang Timur
Cokorda Yudhistira | acandra | Sabtu, 20 Maret 2010 | 21:33 WIB
|
Share:

BEKASI, KOMPAS.com - Ratusan rumah warga Desa Labansari, Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi, terendam banjir. Banjir disebabkan meluapnya air Sungai Cibeet dan Sungai Citarum, dua sungai yang bertemu di sekitar perbatasan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Ketinggian banjir di wilayah Cikarang Timur itu pada Sabtu (20/3/2010) mencapai 1,5 meter, terutama di Kampung Nanggewer dan Kampung Jatimulya, Labansari. Akibatnya, puluhan warga Labansari itu terpaksa mengungsi ke rumah kerabat atau mendirikan tenda darurat di tepi Jalan Bojong, jalan utama di desa tersebut.

Banjir juga merendam sejumlah sarana umum di Cikarang Timur, di antaranya gedung SD Negeri Bojongsari 03 dan SD Negeri Bojongsari 04 serta pusat kesehatan masyarakat pembantu Labansari. Polisi mengirimkan dua perahu untuk membantu pemindahan warga dan barang-barang milik warga.

Tama Sasmita (34), warga Kampung Nanggewer menyebutkan banjir itu sebagai banjir kiriman. Pasalnya, air Sungai Cibeet dan Sungai Citarum terus meninggi sementara tidak ada hujan di wilayah Kabupaten Bekasi.

Selain menggenangi wilayah Cikarang Timur, luapan Sungai Citarum itu juga menyebabkan empat desa di Kecamatan Muaragembong , Kabupaten Bekasi, tergenang. Ketinggian genangan di wilayah utara Kabupaten Bekasi, yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa itu mencapai setengah meter.

Dihubungi terpisah, Camat Muaragembong Herman Susilo mengatakan, empat desa di Muaragembong, yang terendam banjir akibat meluapnya Sungai Citarum, adalah Desa Pantaimekar, Pantaisederhana, Pantaibahagia, dan Pantaibakti. Sekitar 804 keluarga menjadi korban banjir akibat luapan Sungai Citarum .