DEPOK, KOMPAS.com - Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Farah Mulyati mengingatkan siswa peserta ujian nasional agar jangan percaya ada kunci jawaban.
"Jangan percaya akan adanya kunci jawaban soal UN, itu tidak benar," kata Farah, di Depok, Minggu (21/3/2010).
Siswa jangan terkecoh dengan isu penjualan kunci jawaban soal UN. "Soal UN tak mungkin bocor, jual beli soal juga tak bisa terjadi. Karena begitu tiba langsung disterilkan. Ruangan dijaga polisi dan dilengkapi CCTV," katanya.
Pada hari pelaksanaan UN, seluruh alat komunikasi berupa telepon genggam milik siswa akan dirazia. Hal itu, untuk menghindari segala bentuk kecurangan yang dilakukan siswa.
"Kita akan tindak tegas bagi siapapun juga yang melakukan kecurangan," ujarnya.
Soal UN akan didistribusi ke setiap sekolah penyelenggara pada pukul 05.00 WIB. Sedikitnya terdapat 4.775 jumlah siswa dan 122 sekolah penyelenggara yang akan mengikuti UN.
Berkas lembar soal UN di Kota Depok disimpan di SMAN 1 Depok Jalan Nusantara setelah tiba dari Provinsi Jawa Barat. Penyimpanan soal pun dijaga ketat polisi, tim pengawas independen, serta Dinas Pendidikan.
Kepala Bidang Pendidikan Mengah dan Kejuruan, Depok, Siti Khairiyah meminta pelajar jangan tergiur isu soal UN yang beredar di masyarakat. "Tidak ada soal UN bisa beredar sebelum UN itu sendiri digelar," jelasnya.
Siti memastikan tidak perlu ada kekhawatiran akan adanya kebocoran dalam soalUN tersebut. "Semua soal yang ada dijamin tidak ada kebocoran," katanya.
Mekanisme pembuatan soal sampai distribusinya sangat ketat. Bahkan melibatkan petugas kepolisian dalam pengawalan soal tersebut.
Peserta UN di Kota Depok tercatat sebanyak 13.225 pelajar. Terdiri dari 4.794 pelajar SMA, 7976 pelajar SMK, 455 pelajar Madrasah Aliyah (MA). Dari jumlah itu terdapat 2.174 pelajar IPA dan 3.077 pelajar IPS.

