Selasa, 14 Februari 2012
Selamat Datang   |      |  
Kompas.com
Selasa, 14 Februari 2012 | 18:46 WIB
Nikmatnya Mi Celor Plus Telur Rebus dan Sambal Goreng
| hertanto | Senin, 22 Maret 2010 | 11:21 WIB
|
Share:

Berita Jakarta
Kedai Mi Celor di Jalan Letjen Suprapto 42, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat

TERKAIT:

JAKARTA, KOMPAS.com - Bagi Anda yang ingin menikmati kuliner khas Palembang, tak perlu jauh-jauh mendatangi Ibu Kota Provinsi Sumetra Selatan tersebut. Sebab, selain pempek, kudapan lainnya seperti mi celor pun dapat dinikmati di Jakarta.

Mendengar namanya saja, tentu sebagian orang akan bertanya-tanya, bagaimana rasa dan bentuk mi celor. Maklum, nama mi celor mungkin cukup asing bagi telinga orang Jakarta.

Namun, tentu saja hal itu tidak berlaku bagi orang Palembang, daerah asal kudapan ini. Ya, dalam bahasa Palembang, mi celor berarti, mi yang diseduh. Lantas bagaimanakah rasa serta proses penyajiannya?

Di balik namanya yang unik, ternyata mi celor memiliki rasa yang nikmat dan menggugah selera. Apalagi, jika dihidangkan bersama telur rebus dan sambal goreng, hmm…, kenikmatannya pasti akan membekas dan membuat Anda ketagihan. Jika ingin menikmatinya, datang saja ke Warung Palembang di Jalan Letjen Soeprapto 42, Jakarta Pusat.

Rina (35), pemilik Warung Palembang mengaku, mi celor layaknya mi kocok, yang dalam proses pembuatannya menggunakan mi kuning atau mi Jawa. Saat proses pembuatannya, Rina mengaku menghindari perebusan terhadap mi celor-nya.

“Kami menghindari dari perebusan agar mi-nya tidak terlalu lembek. Cukup di seduh dengan cara dikocok,” jelas Rina.

Dilihat secara fisik, mi celor memang berbeda dengan mi seduh pada umumnya yang menggunakan kuah encer. Pada mi celor, kuahnya menggunakan santan kelapa yang dicampur sari udang galah (udang sungai yang besar) dan terkesan agak kental.

Saat penyajiannya, di atas adonan mi pun diberikan taburan tauge, bawang goreng, dan daun bawang. Untuk menambah kelezatannya, mi celor disajikan bersama telur rebus.

Meski terlihat aneh dan unik, namun mi celor begitu nikmat disantap. Rasa udang galahnya pun begitu terasa saat mencicipi kuah mi celor yang sedikit kental. Maka tak heran, jika satu porsi mi celor saja, dirasa kurang cukup untuk dinikmati. Dari sinilah Rina mengandalkan mi celor sebagai menu utama di warungnya disamping pempek dan pindang, makanan khas Palembang lainnya.

Karena kelezatannya itulah yang membuat warung makan milik Rina selalu dipenuhi oleh pelanggan. Tak hanya orang Palembang yang ada di Jakarta saja yang datang, melainkan masyarakat sekitar turut memuji menu masakan mi celornya. Untuk satu porsi mi celor, Rina mematok harga Rp 8.000.

Selain mi celor, menu utama lain yang ditawarkan adalah pempek, pindang ikan patin, pindang udang galah, pindang ayam kampung, dan pindang tulang iga sapi. Rina mengaku, omzet penjualan mencapai Rp 1,5 juta per hari.

Warung Palembang milik Rina, setiap harinya--kecuali hari libur besar--buka sejak pukul 09.00 dan tutup pada pukul 21.00. Selain di Jalan Letjen Soeprapto, Rina juga memiliki cabang di daerah Galur, Senen, Jakarta Pusat.

“Tidak menutup kemungkinan, ke depan kami akan membuka cabang baru,” kata wanita asli Palembang ini kepada beritajakarta.com, Minggu (24/1).

Sumber :
Advertorial
»