KOMPAS/DANU KUSWORO
Ilustrasi anak jalanan di Jakarta
JAKARTA, KOMPAS.com - Target pemerintah untuk membersihkan semua kota dari anak jalanan pada tahun 2011 menuai pro dan kontra. Komisi Perlindungan Anak Indonesia atau KPAI menilai target itu tak realistis dan terlalu ambisius sehingga bakal menimbulkan tindakan represif dari para aparat Tramtib Pemda terhadap anak jalanan.
Demikian disampaikan Ketua KPAI Hadi Supeno di sela-sela jumpa pers di Kantor KPAI, Jakarta, Senin (22/3/2010).
"KPAI sangat keberatan dengan pernyataan Menteri Sosial (Salim Segaf Al-Jufri) dalam beberapa kesempatan sebagaimana diberitakan berbagai media massa, bahwa pemerintahnya menargetkan tahun 2011 semua kota di Indonesia harus bersih dari anak jalanan," ujar Hadi.
Menurut dia, kebijakan Mensos tersebut menimbulkan reaksi yang berlebihan dari para aparat. Akibatnya, banyak korban meninggal oleh petigas Tramtib dalam operasi ataupun razia. Di antaranya, tiga anak jalanan meninggal di Jakarta.
Laporan dari Malang juga menyebutkan bahwa sejak awal Maret 2010, polisi merazia ribuan anak jalanan tanpa kompromi dan tidak menyediakan tempat-tempat penampungan alternatif yang memadai.
Laporan yang sama juga diterima oleh KPAI dari organisasi mitra dan aktivis LSM di Depok dan Bandung.
"Upaya penanganan anak telantar dan anak jalanan tidak bersifat parsial, segmentaris, dan periperial, bahkan represif, namun harus komprehensif dan holistik," kata Hadi Supeno.
