BOGOR, KOMPAS.com - Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa, mengatakan Bendung Katulampa layak dijadikan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Penilaian tersebut disampaikannya saat mengunjungi Bendung Katulampa, Senin (22/3/2010) bersama Wali Kota Bogor Diani Budiarto dan jajaran Muspida Kota Bogor. "Bendung Katulampa layak dijadikan PLTA, karena debit air yang ada sangat cukup," ujarnya.
Menurut Suharso, dijadikannya Bendung Katulampa menjadi PLTA akan mendatangkan PAD bagi Kota Bogor baik dari listrik maupun objek wisata. "Kita bisa mencontohkan Bendung Jati Luhur juga dijadikan objek wisata dan menambah PAD bagi daerah setempat," ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bogor menyatakan akan berupaya untuk merealisasikan hal tersebut. Untuk mewujudkannya, saat ini pihaknya sedang melakukan pembenahan di sekitar kawasan bendung.
Pembehanan tersebut, menurut Diani, akan dimulai dari pinggiran DAS Ciliwung hingga rehabilitasi Bendung Katulampa sebagai fungsi kontrol air dan menjadi penentu Banjir di Jakarta. "Kita akan melakukan pembenahan sepajang pinggiran sungai (DAS), begitu juga dengan bendungnya akan direhabilitasi untuk mengoptimalkan fungsinya," kata Diani.
Di akhir kunjungan, Menpera berpesan untuk mengoptimalkan hal tersebut, pembenahan sungai bantar kali harus dilakukan secara komprehensif, tidak boleh sepotong-potong, sehingga realisasi dapat berjalan optimal. "Pembenahan tidak hanya dilakukan dari pinggiran kali saja, tapi harus komprehensif dimulai dari hulu ke hilir benar-benar harus dibenahi, jangan sepotong-sepotong," katanya.
Usai mengunjungi Katulampa, rombongan bergerak ke Pulo Geulis, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah untuk melihat pemukiman penduduk, dan meninjau bantaran Sungai Cipakancilan, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal.


