Jumat, 25 Juli 2014

News / Bisnis & Keuangan

Sosok William Soeryadjaya Dicintai oleh Anak Buahnya

Sabtu, 3 April 2010 | 21:55 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — William Soeryadjaya mendirikan PT Astra International Inc pada tahun 1957 dan hingga saat ini memiliki karyawan sebanyak 126.000 orang. Usaha yang dimulai dari nol hingga mencapai sukses gemilang membuat William Soeryadjaya dikenal sebagai sosok yang rendah hati dan peduli sesama, apalagi para karyawannya. Oleh karena itu, sosok beliau begitu dicintai oleh anak buahnya.

Begitulah penuturan mantan Direktur PT Astra International Inc, Maruli Gultom, ketika dijumpai Kompas.com di Rumah Duka RSPAD Gatot Soebroto, Sabtu (3/4/2010).

Menurut Maruli, William menerapkan catur dharma dalam usahanya ini, yaitu menyejahterakan bangsa, memberikan yang terbaik kepada pelanggan, mengedepankan wining team, dan selalu berusaha menjadi yang terbaik. Beliau juga sangat peduli akan kemajuan karyawannya.

"Saya bekerja di Astra sejak tahun 1970, kurang lebih 38 tahunlah. Sekali pun saya tak pernah berpikir untuk pindah kerja. Saya bekerja awalnya hanya jadi montir saja. Namun, Pak Willem beri saya kesempatan untuk kuliah sambil bekerja, hingga akhirnya saya bisa jadi insinyur. Kalau tidak begitu, mana mungkin saya dapat menduduki posisi direktur," ujar Maruli.

Mengingat bahwa William Soeryadjaya adalah seorang yang religius, kegiatan keagamaan juga sangat ditekankan di PT Astra International Inc. "Tiap Jumat kalau yang Muslim mendirikan shalat Jumat, yang Kristen atau Katolik akan adakan persekutuan doa. Bahkan saat Lebaran, Pak Willem selalu menyalami semua karyawannya dari lantai satu hingga lantai empat," ungkap Maruli.

William juga dikenal sebagai seorang petinggi yang dermawan. Menurut Maruli, misalnya, setiap anak buah yang berjumpa beliau di luar negeri akan mendapat uang saku dari beliau dengan jumlah yang kadang melebihi gaji pokok. Beliau selalu menjalin hubungan yang harmonis dengan anak buahnya. Selain itu, beliau juga berusaha keras menegakkan fondasi profesional di Astra yang, antara lain, meliputi sistem profesional, prestasi tinggi, kualitas dihargai, serta tanpa korupsi, kolusi, dan nepotisme.

Sebagai pemilik perusahaan pun beliau tidak pernah menganggap adanya atasan dan bawahan, semuanya berhak mendapat perlakuan yang sama. Begitulah penuturan Public Relation Division Head PT Astra International Inc Yulian Warman ketika ditemui di tempat yang sama.


Editor : made