JAKARTA, KOMPAS.com — Adanya jembatan penyeberangan orang atau JPO yang menghubungkan kawasan Mega Kuningan dengan Mal Ambasador dinilai sangat perlu.
Setidaknya demikianlah penilaian beberapa pengguna ruas jalan Dr Satrio yang menghubungkan Mal Ambasador dengan Mega Kuningan, saat ditemui Kompas.com, Jumat (9/4/2010).
Seorang penyeberang jalan, Hardjo (35), yang sehari-hari bekerja di kawasan Mega Kuningan, berpendapat bahwa jembatan penyeberangan sangat diperlukan untuk mencegah macet yang kerap terjadi, sekaligus mengurangi risiko kecelakaan. "Perlu sekalilah. Tapi, kadang manusia Jakarta susah nyeberang di jembatan. Kesadarannya kurang," katanya di depan Mall Ambasador, Jumat.
Sama halnya dengan pendapat Imam, supir taksi yang biasa mangkal di depan Mal Ambasador. Ia mengatakan perlu dibangun jembatan penyeberangan, tetapi yang disertai lift agar orang tidak perlu naik tangga jembatan saat menyeberang.
"Kalau bisa kasih lift. Orang pasti males nyeberang kalau harus naik tangga. Cape. Mana ada yang mau nyeberang (melalui) jembatan? Yang penting duit banyak. Jembatan bawah tanah juga bisa," tuturnya.
Tampaknya, pendapat Hardjo dan Imam tentang malasnya orang menggunakan jembatan penyeberangan ada benarnya. Hal itu seperti juga diungkapkan Tuti (56), "Enggak enak ah pakai jembatan. Cape ibu naiknya. Nyeberang aja. Gampang. Rame-rame," tuturnya.
Adapun menurut keterangan staf Dinas Perhubungan DKI Jakarta, pihaknya baru akan membangun JPO di kawasan tersebut jika ada surat permohonan pembangunan dari warga atau pengelola Mal Ambasador.
"Bikin jembatan sih kami bisa. Gampang, asal ada permintaan dari warga sekitar kalau warga resah karena enggak ada jembatan, atau dari Mal Ambasador-nya. Nanti kami survei. Kalau memang perlu, bangun," katanya saat berbincang di Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Jumat.


