Sofia, Sabtu
Penantangnya, Veselin Topalov yang merupakan pecatur tuan rumah menguasai jalannya permainan dan berada pada posisi menang. Namun, permainan berakhir remis pada langkah ke-60 dengan kedudukan sama kuat 5-5.
Para analis catur mengatakan, hasil remis ini merupakan keuntungan bagi Anand yang memegang buah hitam, sebelum istirahat satu hari untuk menyelesaikan 12 partai terakhir pada saat Topalov unggul di segala lini.
”Sebenarnya saya punya posisi yang menjanjikan, tetapi kecerobohan saya pada langkah ke-24 membuat Topalov menguasai permainan,” kata Anand dalam konferensi pers yang diikuti
Pada langkah ke-24 itu Anand menggerakkan Kuda-nya ke d4. Pecatur sekaligus analis asal Belanda yang masih berusia 16 tahun, Anish Giri, menilai ini sebagai langkah buruk. Seharusnya, kata Giri dalam analisisnya, Anand memukul Gajah Topalov di a6.
Memegang buah hitam Anand membentengi permainan dengan Pertahanan Slavia yang bukan gayanya. Pertukaran buah pada awal permainan membuat Topalov sedikit unggul karena memiliki bidak bebas di tengah dengan sokongan Raja-nya yang berlaga ke tengah. Sebaliknya, Anand menemui kesulitan dan harus mengerahkan seluruh kemampuan permainan akhirnya, apalagi Raja-nya sangat pasif.
Sampai pada langkah ke-24, saat melakukan kesalahan, Anand memiliki Gajah dan Kuda melawan sepasang Gajah Topalov yang berbahaya dibandingkan dengan dua perwira ringan Anand. Namun, saat posisi unggul, justru giliran Topalov yang melakukan kesalahan pada langkah ke-44. Ini membuat Gajah dan Kuda Anand lebih aktif.
Berikut jalannya partai ke-10 Veselin Topalov (putih) melawan Viswanathan Anand ( hitam):
1.
