Mengenal Rupa-rupa Soto di Jakarta - Kompas.com

Mengenal Rupa-rupa Soto di Jakarta

Kompas.com - 06/06/2010, 11:14 WIB

KOMPAS.com - Masakan soto ternyata tak hanya didominasi asalnya dari satu daerah saja. Hampir semua daerah memiliki menu soto sendiri, mulai dari Soto Betawi, Soto Lamongan, hingga Cotto Makassar.

Kendati bahan baku utamanya sama, yaitu daging ayam atau sapi, namun racikannya berbeda-beda. Pada Minggu (6/6/2010), Harian Warta Kota menggelar Bike to Heritage & Festival Soto Nusantara di depan Museum Sejarah Jakarta. Berupa-rupa soto pun dihidangkan.

Tidak kurang 25 penjual soto turut berpartisipasi dalam festival ini. Di antaranya adalah Soto Kemiri Khas Pati, Cotto Makassar, Soto Kaki Sapi Tasikmalaya, Soto Banjar, Soto Padang, dan lainnya. Yuk, kita mengenal sedikit mengenai soto-soto di atas.

Soto Kemiri Khas Pati, menurut Agus, salah seorang penjaga stan, cikal bakalnya adalah Restoran Nasi Gandul Pati yang didirikan pada 1950 di Pati. Di Jakarta, Soto Kemiri berdiri pada 1996 di Pesanggrahan, Kebon Jeruk. Sesuai namanya, ciri khas dari soto ini adalah rasa kemirinya yang sangat mendominasi. Semua bahan yang digunakan soto ini didatangkan dari Pati, Jawa Timur.

Sementara itu, Soto Kaki Sapi Putra Tasikmalaya, yang berdiri di Pasar Minggu, 1970, memiliki bahan utama kaki sapi. Soto ini memiliki rasa khas karena menggunakan sumsum dan kuah susu domo atau susu krim. Soal racikan dan cara memasaknya, pemiliknya, Bp Pratomo, merahasiakannya. Pengolahannya sendiri dilakukan oleh mertuanya. Soto Banjar "Nyaman" Antasari didirikan di Jalan Pangeran Antasari, Cilandak Barat, pada tahun 2000. Nyaman, dalam bahasa Banjar, memiliki arti enak. Soto ini berisi soun, perkedel, dan irisan ayam. Sementara kuah beningnya diolah dari beragam rempah-rempah.

Lainnya adalah Soto Padang H St. Mangkuto, yang pertama kali dibuka di Padang pada 1942. Soto Padang ini kemudian pindah ke Jakarta pada 1964. Ciri khas utama soto ini adalah daging sapinya yang direbus dan kemudian digoreng kering. Selain daging sapi kering, soto ini juga dicampur dengan soun dan irisan kentang. Sementara itu, sambalnya pun asli karena tidak dicampur bumbu lainnya. Sambal soto merupakan lombok yang digiling tanpa diolah lagi.

Sekretaris Daerah DKI Jakarta Muhayat memuji festival ini karena dapat mengenalkan budaya khas Nusantara melalui makanan. "Soto ciri khas makanan khas Nusantara dikenalkan. Dengan demikian, masyarakat mengetahui ragam soto di Indonesia. Festival ini merupakan sosialisasi pengenalan budaya Nusantara," katanya.

Acara ini digelar hingga Minggu sore. Soto khas Nusantara ini dijual Rp 15.000-Rp 20.000. Harga ini sudah termasuk minuman dingin.

EditorTri Wahono

Close Ads X
Close [X]
Radio Live Streaming
Sonora FM • Motion FM • Smart FM