BOGOR, KOMPAS.com- Sebuah truk kontainer ukuran 20 kaki, Kamis (29/7/2010) sekitar 15.00 tadi, menyeruduk tiga mobil Avanza yang tengah parkir di halaman Rumah Makan Terapung Yuliana Lido di Jalan HR Edi Sukma, Kampung Tambakan, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong. Selain itu, truk juga menabrak Maman (45), warga setempat, hingga luka berat.
Pantas Siregar (44), sopir truk, di Kepolisian Sektor Cijeruk, menuturkan, rem truknya tidak blong. "Kecelakaan terjadi karena saya menghindari angkot yang tiba-tiba menyalib dari kanan, padahal jalan bergelombang," katanya.
Siregar ketika itu mengemudikan truknya dari arah Sukabumi menuju Bogor. Karena ingin menghindari angkot, dia membanting stir ke kiri, dan langsung menyerempet Maman, lalu menyeruduk Avanza F 114 ZS, setelah itu Siregar banting stir ke kanan, truknya pun menabrak Avanza F 471 dan B 1651 V0 dan pagar bambu samping RM Yuliana Lido.
Dorongan truk tersebut membuat mobil penyok berat, bahkan mobil B 1651 VO mendesak pagar pengaman tepi jalan hingga roboh, dan mobil itu terjungkal, jatuh ke tepi Danau Lido atau sedalam lima meter dari atas badan jalan.
Tiga mobil itu adalah mobil rental yang tengah disewa keluarga turis dari Timur Tengah. Para turis itu selamat karena mereka tengah berwisata di restoran terapung Yuliana Lido. Sampai Kamis petang tadi mereka masih di sana, menunggu mobil pengganti.
Kecuali mobil B 1651 V0, yang masih terkapar dengan empat rodanya di atas di tepi danau, empat mobil lainnya sudah diderek ke Unit Laka Lantas Ciawi.
Adapun Maman mengalami luka yang sangat serius pada kakinya. Dia sempat dibawa ke Puskesmas Cigombong kemudian dipindahkan menggunakan angkot ke RSUD Ciawi, akhirnya dirawat di Bogor Medical Center.
"Korban di rawat di rumah sakit itu atas persetujuan sopir yang menabraknya. Kami hanya melayani mereka dan mengamankan sopir, agar perkara ini dapat selesai dengan baik untuk semua pihak sesuai hukum." kata Kepala Polsek Cijeruk Ajun Komisaris Sugiyono Thamrin.
Pantas Siregar menyatakan pasrah atas musibah tersebut. Ia mengaku sudah melapor ke pimpinannya di PT Pilarindo, perusahan armada truk angkutan. "Saya sebetulnya mau pulang setelah mengantar tekstil ke perusahaan garmen PT Bayu Indah di Pelabuhan Ratu, Sukabumi," kata warga Cakung, Jakarta Timur, yang menjadi sopir truk sejak 27 tahun lalu.


